Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

aku rindu

melihatmu tertawa lepas membuat hatiku damai melihatmu dari dekat membuat debaran di dadaku kian meningkat melihat matamu yang teduh membuatku merasa teduh aku menemukanmu dirumahNya ... aku tersenyum melihat tingkahmu berlari dan terus berlari menggiring bola ditengah terpaan angin yang terus berhembus ingin rasanya aku menangis didepanmu rindu ini kian menyiksaku , apa kamu tahu? apa kamu juga merasakannya? aku mencintaimu dalam diam aku mencintaimu dalam setiap ketenangan yang kau ciptakan ingin rasanya aku berlari menghampirimi merengkuhmu dalam setiap pelukan yang aku ciptakan sepoi angin meniupkan rambut ikalmu yang kian memanjang bolehkah aku membelai rambutmu? aku rindu... aku rindu canda tawamu aku rindu mata teduhmu aku rindu mendekapmu aku rindu mendengar setiap debaran jantungmu aku rindu kamu yang bernomor punggung tujuh belas

apa kamu dapat merasakannya?

sakit dikepalaku terus berputar tiada henti sakit ini tak kunjung berakhir rasanya aku ingin terus berbaring aku lemah dan tak berdaya sudut di dalm perutku terasa menyakitkan menolak setiap makanan yang akan masuk seolah-olah hendak menyiksaku mukaku pias dan bibirku pucat pasi Tuhan ada apa denganku? sakitku yang kemarin belum sepenuhnya mengering kini aku harus kembali merasakan sakit? sampai kapan aku harus terbiasa dengan semua sakit ini? darahku berdesir mengingat sakit "itu" sakit yang (mungkin tak) sengaja kamu torehkan aku seolah kembali membuka kembali plester yang menutupi luka itu aku seolah kehilangan sebagian ragaku salahku yang terlalu memikirkan ini semua salahku yang tak pernah bisa berdamai dengan hati ini salahku yang tak pernah bisa acuhkan sakit ini apa kamu peduli dengan sakit ini? terlebih sakit karenamu apa kamu dapat merasakannya? aku terlalu lemah untuk kamu cintai

mengenang selatan kota ini seorang diri

selatan kota ini menyimpan banyak kenangan bagiku ditempat inilah dia duduk  menungguku di tempat inilah dia merengkuhku dan melindungiku ditempat inilah aku melihat tatapan teduhnya tatapan yang selalu membuatku tersenyum ditempat inilah dia mengkhawatirkanku ketika hari berubah menjadi senja hari ini aku kembali ketempat ini seorang diri untuk mengenang semua yang telah berlalu kamu tahu? aku menduduki bangku yang dulu kamu tempati sewaktu dulu ditempat ini semua ingatan tentang kamu dan aku terputar kembali andai kamu ada disini melihatku memandang langit dengan sorot mata yang redup andai kamu ada disini merasakan betapa terlukanya aku andai kamu ada disini menguatkan separuh jiwaku yang sempat kamu rapuhkan andai kamu ada disini melihat senyumku yang sangat getir dan jauh dari ketulusan hatiku hancur , tahukah kamu tentang perasaan ini? perasaan yang selalu aku tutupi dan kubuang sejauh mungkin aku tak mampu menguatkan hatiku sendiri , hatiku terluka ad...

aku terus menunggumu

Gambar
hujan telah turun sejak kereta berangkat dari stasiun aku mendesah pelan dan kembali menatap ke arah dahan yang basah berlinangan rintik air hujan dimana kamu? aku terus menunggumu di tempat ini diluar masih hujan, matahari rupanya masih enggan menampakan sinarnya dimana kamu? harus berapa lama lagi aku menunggumu ditempat ini? udara dingin mulai menyergapku sudut mataku sudah mulai menggenang apa kamu merasakan gundah dihatiku? dimana kamu? aku terus menunggumu dibangku peron ini sampai kamu datang menjemputku hari kian gelap dan aku mulai gelisah tak tampang sedikitpun batang hidungmu . aku terus menunggumu.. ditemani puluhan orang yang beralu lalang aku terus menunggumu... ditemani gemericik air hujan yang turun aku terus menunggumu... ditemani laju kereta yang terkadang memecah keheningan aku terus menunggumu... sampai kamu datang menjemputku

aku lelah...

Gambar
aku lelah dengan hidupku aku lelah meredam semua emosi yang bergejolak aku lelah menghapus setiap air mata yang terjatuh aku terlalu lemah untuk semua ini aku ingin berteriak tapi tak ada suara yang keluar dari bibirku lidahku begit kelu aku tak pernah bisa keluar dari "zona nyaman" ku aku terlalu rapuh menghadapi ini semua aku terlalu manja dan belum mampu berdiri diatas kakiku sendiri aku butuh kamu untuk menjadi sandaranku dikala aku lelah dan tak mampu berdiri aku butuh kamu untuk menghapus setiap air mata yang terjatuh ke bumi dengan sia-sia salahkah aku jika aku selalu membutuhkanmu?

aku menyukai semua caramu

aku selalu menyukai caramu menggengam tanganku begitu erat kadang aku sengaja melepaskan genggamanmu , agar kau kembali menarik tanganku aku selalu menyukai caramu membelai rambutku entah mengapa rasanya aku ingin selalu tersenyum ketika kamu membelai helai demi helai rambutku aku suka caramu memperhatikanku lewat sudut matamu begitu teduh dan penuh cinta tahukah kamu? mataku selalu memotret setiap hal yang kamu lakukan aku selalu menyukai caramu mengecup kedua pipiku begitu hangat dan menyenangkan membuat rona merah di kedua pipiku begitu jelas aku suka caramu melindungiku dari terik matahari hal sepele bukan? tapi aku begitu menyukainya aku selalu menyukai caramu memelukku membuatku aman dan nyaman aku selalu menyukai caramu menenangkanku menenangkanku dikala aku sedih dan dikala ketakutan menyergapku tak perlu aku merisaukan apapun selama kau ada di sisiku aku selalu menyukai caramu tertawa renyah ketika bersamaku aku tak ingin seseorang membuatmu tertawa sep...