Di atas bianglala
Senja telah menutup hari itu dengan sempurna matahari menenggelamkan oranye tanpa seorangpun menyadari. kita masih terjebak di kerumunan manusia-manusia yang terlalu banyak namun terlihat seperti sedang mendalami dunia mereka sendiri-sendiri. Kita ada disana . Di depan satu lingkaran besar yang penuh kotak-kotak kecil berisikan manusia . Yang tertawa , sedikit jerit , sampai decak kagum luar biasa . Satu lingkaran besar yang berhiaskan lampu warna-warni , yang berputar sedemikian pelan . Kamu menggenggam tanganku dengan erat ketika bianglala mulai berputar sedemikian pelannya. "Aku takut ketinggian" ucapmu . Aku tertawa mendengar ucapanmu. Semakin tinggi kotak-kotak itu berputar , semakin erat genggamanmu . Keringat dingin mulai mengalir dari dahi mu . Tiba-tiba kau melepaskan genggamanmu . Melepaskanku . "Aku benar-benar takut ketinggian" katamu tiba-tiba. "Kalau begitu , jangan penah kamu meninggikanku kemudian menjatuhkanku ." uca...