Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

aku , kamu , dan sungai yang bebeda

Dulu kita pernah berjalan disungai yang sama Beriak tenang dan tak menentu Menikmati setiap aliran yang kita lalui bersama disungai yang sama Tapi itu dulu.. .tidak untuk saat ini Kini kamu pergi dariku Meninggalkan ku sendiri tuk melalui sungai ini sendiri Kau biarkan aku menikmati aliran sungai ini sendiri Entah menagapa alirannya tak senikmat sewaktu bersama kamu dulu Kini kita tidak berjalan disungai yang sama Kau mengaliri sungai bersama dia sementara aku?mengaliri sungai yang berbeda denganmu seorang diri Apa kau benar-benar mencintainya seperti kamu mencintaiku dulu? Aku menyesal membuat lelaki sepertimu tersiksa olehku Tetapi aku jauh lebih menyesal membiarkanmu memilih yang lain Entah mengapa aku tak pernah bisa berhenti mencintai mu Meski kini kau telah bersama dengan dia Tuhan , aku sangat merindukannya Aku ingin merasakan betapa bahagianya menjadi alasan senyumannya Aku harap dia yang terbaik untuk lelaki sebaik dirimu Jangan ka...

sudut ruang ini

Gambar
sudut ruang ini punya cerita tentang kamu dan aku tentang canda tawa yang tiada tara tentang bahagia yan seolah tak pernah berakhir tentang kesedihan yang pernah menyelimuti kita tentang kebodohan yang pernah kita lakukan sudut ruang ini punya cerita tentang kamu dan aku saat semua mata menatap iri kepada kita saat kebersamaan kita menimbulkan kontroversi saat bisik-bisik mereka mengusik kamu dan aku tapi kamu bungkam dan tak pernah menampiknya kita membiarkan semuanya mengalir tanpa ada batas diantara kita

surat untuk theodore

Hai Theodore... apa kabarmu? mungkin kamu sudah bahagia bersama dia tapi tidak denganku , theo. Apa kamu masih igat aku , theo? Aku yang menemanimu selama 2tahun terakhir ini , sampai akhirnya kamu memilih dia . Hai theodoreku yang gembul , apa kamu tahu? sampai saat ini rasa sayang ini masih sama . Apa kamu tahu ? Aku sakit .. tapi kamu tak sedikitpun memedulikan sakitku. Aku tak pernah mampu mengatakan kepadamu kalau aku sakit , lidahku kelu . Saat aku menulis ini , aku sedang terbaring . Lemah dan rapuh , theo . Hai Theodore... aku ingat semua kata-kata mu saat malam terakhir pertemuan kita . tatapan matamu yang selalu menusuk kebola mataku dan mampu membuat rona merah dikedua pipiku . aku ingat kata-katamu malam itu theo , kata-kata yang menyakiti meski tak secara langsung .walau hanya sesaat , pertemuan itu sakit itu terus terasa theo . itu alasanku mengapa aku berubah , ya karena sakitku . aku belum mampu mengendalikan perasaan ini , theo . hati ini tak pernah meragukanmu , Th...

senja di tepi pantai

Gambar
langitpun berubah menjadi kemerahan tapi aku seolah tak melihatnya aku terus menyusuri bibir pantai angin berhembus manja meniup-niup rambut ku yang kemerahan jejak kakiku perlahan menghilang tersapu ombak deburan ombak yang menyapu pantai membuatku termenung termenung akan dirimu yang jauh disana ya disana...bersama dia hatiku pilu mengingatmu , namun tak ada lagi yang bisa ku perbuat aku layaknya karang yang terus-menerus dihantam ombak sampai kapan aku seperti ini ? tenggelam dalam sakit yang tak pernah ku tahu kapan berakhirnya iringan burung-burung camar mewarnai senja ku deburan ombak yang menjilati bibir pantai mengisi keheninganku mentaripun perlahan kembali keperaduan

hadirnya ubah duniaku

Gambar
hadirnya bagaikan setitik cahaya yang menyinari jiwaku hadirnya bagaikan pelangi yang mewarnai hariku hadirnya bagaikan obat yang pulihkan hariku mata teduh itu menatapku seolah berusaha membaca pikiranku membuatku tersipu malu senyum manis nan tulus itu mampu melelehkan hatiku hati yang sempat membeku tawa renyah nan riang itu mampu menghibur hatiku hati yang sempat hancur dan terinjak hadirnya mengubah duniaku

sampai kapan?

sampai kapan aku terus membohongi hatiku? sampai kapan aku berpura-pura tidak menyayangimu lagi? sampai kapan aku berpura-pura tegar ? sampai kapan aku terus memasang senyum didepan mereka ? walau nyatanya hati ini terus-menerus menahan pedih yang berkepanjangan sampai kapan aku menyembunyikan setiap butiran bening yang menggenang di pelupuk mataku? apa kamu tahu? aku merasa tersiksa oleh bayangmu mataku tak henti-hentinya menatap layar handphone berharap...dan berharap kamu mengabariku apa kamu tahu? aku merasa terluka oleh mimpi-mimpi ku mimpi-mimpi tentang kamu , tentang kita berdua apa kamu tahu? aku merindukan kebiasaan kita saat aku menangis dan kamu memberikanku bahu tuk menangis saat aku takut dan kamu menggenggam erat jemariku saat aku bahagia dan kamu pun turut bahagia apa kamu tahu semua rasa yang berkecamuk dalam hati ini? sampai kapan aku seperti ini?

lagi dan lagi...

lagi dan lagi... air mataku tak mampu ku bendung malam ini butiran kristal itu turun dikedua pipiku sebersit rasa kecewa menyelinap dalam hatiku setumpuk rasa sedih merasuk dalam kalbu apakah kamu tau bagaimana perasaanku? memendam dan terus memendam rasa ini merasakan cemburu dan sakitnya seorang diri tanpa pernah kamu tahu seberapa sering aku merangkai kembali kepingan hati yang telah kamu luluh lantakkan tanpa pernah kamu sadari seberapa banyak goresan dihati ini apa kamu tahu? aku sudah mengurangi egoku dan membiarkanmu memilihnya walau aku tahu itu melukai aku aku membiarkanmu memilih kebahagianmu sendiri sedangkan aku? memilih untuk menunggu kebahagiaan itu lagi dan lagi... tangisku pecah dimalam ini luka ku kembali menganga saat kau putuskan tuk tinggalkanku luka yang dulu ku jahit dengan sebuah harapan tapi kini harapan itu mengabur dan menghilang tanpa meninggalkan jejak sudah beberapa jam berlalu tapi butiran kristal ini tak ku...