lagi dan lagi...

lagi dan lagi...
air mataku tak mampu ku bendung
malam ini butiran kristal itu turun dikedua pipiku
sebersit rasa kecewa menyelinap dalam hatiku
setumpuk rasa sedih merasuk dalam kalbu

apakah kamu tau bagaimana perasaanku?
memendam dan terus memendam rasa ini
merasakan cemburu dan sakitnya seorang diri
tanpa pernah kamu tahu seberapa sering aku merangkai kembali kepingan hati yang telah kamu luluh lantakkan
tanpa pernah kamu sadari seberapa banyak goresan dihati ini

apa kamu tahu?
aku sudah mengurangi egoku dan membiarkanmu memilihnya
walau aku tahu itu melukai aku
aku membiarkanmu memilih kebahagianmu sendiri
sedangkan aku? memilih untuk menunggu kebahagiaan itu

lagi dan lagi...
tangisku pecah dimalam ini
luka ku kembali menganga saat kau putuskan tuk tinggalkanku
luka yang dulu ku jahit dengan sebuah harapan
tapi kini harapan itu mengabur dan menghilang tanpa meninggalkan jejak

sudah beberapa jam berlalu tapi butiran kristal ini tak kunjung berhenti
terus mengalir layaknya sebuah sungai yang deras alirannya
dengan apalagi aku harus bertahan?
sudah berapa banyak kata yang telah kamu katakan kepadaku dan membuatku terluka?
tapi tak sedikitpun aku goyah dan menyerah
aku menikmati setiap luka yang kamu berikan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baskara

Biar aku hangus sendiri

Pernah