Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Dua puluh delapan.

Selamat tanggal dua puluh delapan, manis. Aku berharap lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat. Aku berharap bisa menjadi perempuan terbaik yang bisa menemanimu melewati hari-hari terburuk sekalipun. Aku berharap tetap akan menjadi seseorang yang kau cintai dengan cara-caramu yang sederhana. Aku berharap kita akan selalu seperti ini. Kamu adalah sesuatu yang pernah kusangkal , pun tak kusangka-sangka adanya, namun kini terasa di dalam hati . Semoga pertemuan kita waktu itu, bukan berujung pisah. Semoga tidak ada yang mengingkari atau saling menyakiti.  Kamu tahu bahwa waktu akan selalu berputar, tapi semoga tak satupun rasa akan memudar.Karena kamu tau, aku tak pernah siap dengan segalanya. Dengan ketakutan kalau-kalau kamu menghilang, dan pada akhirnya aku menitipkan kamu dalam doa kepada Dia. Karena apapun yang terjadi, aku terlalu percaya bahwa kita akan selalu baik-baik saja. Karena Tuhan selalu pegang kendali :') Teruntuk kamu, satu nama penghentak ...

Tepat di persimpangan dia ada.

Ada masa dimana aku hanya berpusat pada satu nama. Ada masa dimana jemariku terus menuliskan namamu. Ada masa dimana alasanku tersenyum itu kamu. Ada masa dimana aku berpikir kita itu istimewa. Ada masa dimana aku berpikir akan ada aku disana, dihatimu. Tapi ternyata aku salah, tak akan ada aku disana, dihatimu. Semua hanya anganku saja, aku terlalu terbuai oleh sikapmu yang membuatku istimewa. Ternyata asaku bukan asamu. Ada masa dimana aku mulai menutup hatiku darimu. Ada masa dimana bukan nama mu lagi yang terpusat olehku. Ada masa dimana kamulah yang menjadi alasan kekecewaanku. Ada masa dimana akan ada aku disana, dihati orang yang kucinta, dan itu bukan lagi kamu, seperti yang ku kira. Dan ada masa dimana aku percaya bunyi kalimat diatas seperti sekarang ini. Ada masa dimana "kamu" diganti oleh "dia".