Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Selamat bertambah umur yang kedua kali bersamaku.

Selamat bertambah tua, kesayangan aku. Kiranya diumur yang baru bertambah kebijaksanaanmu, kepintaranmu, ketaatanmu, dan segala yang terbaik untukmu. Berterima kasihlah atas umur baru yang Tuhan berikan kepadamu, sayang. Semoga diumur yang baru ini, awal dari segala perubahan yang lebih baik lagi. Selalu mampukan Tuhan dalam setiap perbuatan dan tingkah laku yang akan kamu lakukan kelak. Tetaplah kuat meskipun sekelilingmu menggoyahkan. Tetap jadi bahu untuk tempatku bersandar ya, sayang. Tahun kedua aku bisa ucapin ini ke kamu,ya? Entahlah gak bisa bilang apa-apalagi ke kamu, kecuali mengingatkan kamu untuk terus bersyukur. Selamat bertambah tua, kesayangan aku! Menualah bersamaku! :)
Tuhan dan semestaNya masih sayang kita. Tak perlu dituliskan apa yang telah terjadi dihari itu. Yang aku tau semua melaju begitu cepat. Jakarta, 28 September 2015

Sebodoh itu aku pernah...

Sebelum aku sekuat ini Disela-sela kakiku melangkah maju, terkadang pandanganku masih dipenuhi kaca masa lalu. Katanya cinta hanya untuk orang-orang yang percaya. Lalu teori itu musnah seketika... Sebodoh itu aku pernah... Mengejar seseorang yang jelas langkahnya sudah terpaut jauh dariku. Sebodoh itu aku pernah... Menyebut dia dalam setiap doaku, tanpa pernah ku tahu hatinya sudah bukan untukku. Sebodoh itu aku pernah... Menyia-nyiakan waktuku untuk seseorang yang tak ingin lagi bertemu denganku. Iya...aku pernah sebodoh itu.

Jika suatu hari...

Aku mencintaimu dan semoga akan selalu begitu. Karena sungguh aku tak bisa mengintip hari esok. Jika suatu hari lahir sebuah pertengkaran diantara kita, aku tak ingin ada rasa yang tersapu sedikitpun. Jika suatu hari kamu memalingkan wajahmu dariku, tolong jangan sangkal hatimu yang terdalam. Keluarkan saja sesak yang menyangga hatimu, tapi jangan pergi sayang. Jika suatu hari ada dari kita yang tak mampu mencegah luka, janganlah memilih untuk berpisah. Ingatlah perjumpaan kita, komitmen kita, perjalanan kita, dan rasa yang masih ada. Jangan karena emosi dan ego sesaat kita berpisah... Kamu butuh meyendiri, tapi tidak dengan melepasku pergi. Aku mencintaimu dengan sangat. Dengan kata yang tak mampu terucap. Oktober 2015

keduapuluh

Bulan ini sudah memasuki bulan ke 20 kami. Hubungan kami belum seberapa untuk begitu sering dibicarakan. Tapi yang perlu kamu tahu, sayang. Aku selalu mengucap syukur ketika tanggal dua puluh delapan itu tiba. Mengucap syukur kepada siapa aku dipercayakan. Aku dan kamu juga belum sampai di titik yang mau kita tuju. Aku dan kamu mungkin belum persis seperti yang Tuhan inginkan. Sedikit atau banyaknya progress yang sedang kita lakukan, setidaknya kita tidak berjalan ditempat. Tapi bersama Tuhan kita dimampukan untuk melawannya. Selamat tanggal dua puluh delapan yang kedua puluh. Semoga kedepannya Tuhan yang bekerja lebih dihubungan ini. :')