Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Terima kasih

Terima kasih... Karena sudah menyayangiku. Karena sudah menerimaku apa adanya. Karena kamu sempat mempercayakan hatimu kepadaku. Terima kasih... Untuk setiap waktu yang kamu sediakan untukku. Untuk setiap pundak yang kamu berikan ketika aku merasa lelah. Untuk setiap pelukan yang mampu menenangkan hatiku. Untuk setiap kecupan dikening, dipipi. Untuk hari-hari yang menyenangkan yang telah kita lewati bersama. Untuk setiap khayalan untuk masa depan yang sering kita ciptakan. Untuk setiap canda tawa yang mewarnai hariku. Untuk setiap kemesraan yang kamu ciptakan. Untuk setiap kesabaranmu menghadapiku. Terima kasih... Sudah mengirimiku pesan "selamat pagi" ketika aku terbangun dipagi hari. Sudah mengingatkanku untuk tidak lupa makan. Sudah mengenalkanku pada dunia baru yang belum pernah aku sentuh. Terima kasih sudah berusaha menjadi yang terbaik untukku. Kamu mungkin belum menjadi yang terbaik untukku tapi kamu hanya ada satu. Dan aku hanya mau kamu yang s...

Setahun yang lalu

Di antara hujan yang semakin deras, kulihat segalanya terlalu indah. Dulu, pernah aku tertawa habiskan momen-momen bahagia bersamamu. Kita suka membuang waktu untuk sekedar bercanda, bercerita, dan mengumbar kata mesra berdua. Kita suka saling mengejek dan mencela. Kita juga suka saling menggoda dan manja. Setahun yang lalu, kita masih berusaha belajar untuk lebih dewasa dan saling memahami. Tapi sekarang? Dengan kata kasarku, dengan perlakuan tidak sopanku. Aku membiarkanmu terpuruk dan terluka menyadari bahwa aku tidak sebaik saat pertama kita jumpa. Membiarkanmu berbalut perih mengetahui aku bersenang-senang dengan lelaki dan itu bukan kamu.  Memoriku berputar lagi, kembali ke masa itu, bulan terakhir setahun lalu. Masih ingatkah kau, pernah ada kita di sana, menghabiskan senja hingga nyaris malam dengan balutan seragam kita. Keheningan malam yang menjadi saksi ketika kamu mengaitkan jemarimu dijemariku.

Selamat ulang tahun, kamu.

Gambar
Hari ini saat bahagia untukmu Bertambah 1 tahun usiamu Kunyanyikan sebuah lagu Agar istimewa harimu Happy birthday to you Happy birthday to you Happy birthday to you Selamat ulang tahun - ten 2 five Selamat ulang tahun, kamu. Saat aku menulis ini, aku nggak tau suatu saat nanti kamu akan membacanya atau tidak. Setengah dari aku berharap kamu membacanya, setengahnya lagi berharap kamu nggak akan pernah menemukan tulisan ini. Bohong kalau aku bilang aku tidak ingat betapa istimewanya hari ini bagimu. Aku tau, aku tak mungkin tiba-tiba muncul didepan pintu rumahmu membawa nampan berisi blackforest  lengkap dengan lilin berbentuk angka 18 dan sekotak kado. Selamat ulang tahun, kamu. Apa yang telah kamu panjatkan pada Tuhan ketika umurmu bertambah satu tahun, sayang? Kalau aku, aku hanya ingin Tuhan senantiasa menjagamu didalam setaip pelukNya. Semoga kamu selalu baik-baik saja. Tetap jadi yang istimewa dibalik sosokmu yang sederhana dan yang aku kagumi diam-diam. Selalu...

perpisahan. kata yg takan pernah mau setiap orang memulainya

Seandainya aku dapat mengungkapkan semua perasaan ini. Seandainya aku dapat menceritakan semua mimpi buruk yang terus mengganguku. Seandainya aku dapat berbagi kepadamu setiap ketakutan yang terus membayangiku. Aku kira semuanya baik-baik saja. Aku sadar tak semua angan sesuai dengan harapan. Tak selamanya sesuai dengan genggaman. Aku takut ketika aku tidak menemukan lagi kata "Selamat pagi" yang sama seperti nada dan cara mengungkapkannya seperti kamu. Bukankah kita tak pernah ingin saling menyakiti? Bukankah kita tak ingin saling berhenti tersenyum? Bukankah kita tak ingin saling melepaskan setiap genggaman? Bukankah kita tak ingin saling menemukan titik akhir yang bernama "perpisahan"? Aku hanya takut mendengar kata "selamat tinggal" Tidak ada yang merasa bahagia bila seseorang mengucapkan kalimat tersebut Kenapa harus ada kata "selamat" dalam kalimat "selamat tinggal"? Bukankah yang namanya meninggalkan dan dit...

HITAM

Gambar
Hatiku terasa kosong, dan aku tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi? Kapan kegelapan jiwa ini berakhir? Kapan kegelisahan ini berhenti menyerangku? Kapan ketakutan ini akan pergi? Hitam... Pekat... Gelap... Seharusnya aku tidak perlu setakut ini, pada akhirnya bukankah kita akan berteman dengan kegelapan?

Tujuan Bersama

“Jadi kita liburan pergi kemana nih?” kata Fajar. “Kita ke Lembang aja, bosen di Jakarta mulu. Panas. Macet” kata Sam . “Kita ke Dufan aja lumayan bisa teriak-teriakan” sahut Jeaneth. “Gimana kalo kita tour travel Jogja-Bali?” giliran Santi yang nimbrung. Mereka pun berdebat tentang kemana mereka ingin liburan, waktu pun terus berlalu tapi mereka tidak bisa menentukan pilihan. Hal yang seharusnya direncanakan dengan sukacita malah direncanakan dengan emosi dan ego masing-masing. “Kalo tour travel pasti mahal budgetnya deh” ucap Sam. “Yaelah...kayak ke Lembang engga mahal aja budgetnya.” sindir Jeaneth. “Kalo Dufan juga kita udah pernah sampe bosen kali.” kata Santi. Mereka terus berdebat sampai akhirnya Fajar yang daritadi diam minta pendapat menjadi panas karena perdebatan mereka semua. “Sudah...sudah. Bagaimana kalau liburan kali ini kita ke Lembang aja?” ucap Fajar. “Terus Jogja-Bali nya kapan? Gak bosen Lembang terus?” sanggah Santi. “Next time aja ya. Kita ngumpulin uang dulu d...

so much harder to move on.

Gambar
Hai kamu yang disana...Apa kabarmu? Apa kau masih mengingatku? Iya, aku. Aku yang dulu pernah menyukaimu sewaktu kita masih ditaman kanak-kanak. Entah mengapa aku kembali mengingatmu , mengingat seseorang dimasa kecilku, seseorang yang menjadi bagian yang terpentingku di masa lalu. Kamu ingat sewaktu kita duduk disekolah dasar dahulu? Ketika kamu memiliki "fans" ? Kamu ingat bagaimana reaksiku dulu? Ketika aku merasa amat cemburu , dan kamu lebih memilihku dan menjauhi "fans" mu itu. Saat itu teman-teman kita terus menjodoh-jodohkan kita . Aku menyukaimu , tapi kamu apa merasakan perasaan yang sama? Ah lupakan...kita masih terlalu kecil untuh merasakan itu, masih belum pantas, atau apalah itu. Waktu terus bergulir , kita sudah memakai seragam putih-biru , bukan lagi putih-merah. Kemana kamu saat itu? Tak terbersit dibenakmu untuk menghubungiku? Aku terus mencari tahu kabarmu , sedangkan kamu? Bahagia dengan  pasanganmu , perempuan berkerudung yang kau panggil ...

Dimana letak bahagia itu?

Gambar
Aku lelah menahan semua ini... Sabarku diuji terus-menerus olehmu Tapi untuk memaki pun aku tak sanggup Memaki dan menyudutkanmu hanya membuatku terus terluka Aku lelah... Apa kamu merasakannya? Kesedihanku , kekecewaanku , keterlukaanku tak tertanggung rasanya Mengapa sukar untuk melupakan semua itu? Siapa aku dihatimu? Dimana aku dihatimu? Kenapa harus ada kamu dihidupku , jika hanya aku sendiri yang mampu mengerti diriku sendiri? Dimana letak bahagia itu? Kenapa letak bahagia itu sangat misterius? Ada perasaan aneh yang terus bergejolak didalam hatiku Dan aku pun tak dapat mengungkapkannya

Love letter untuk kamu.

Segaris senyuman terlukis dibibirku , terlintas kenangan. Kenangan masa silam yang hadir dalam keheningan malam. Aku selalu berharap semua rentetan kenangan di masa silam itu terus terputar layaknya sebuah kaset , yang diputar terus menerus. Aku teringat Oktober tahun lalu , ketika aku menyukaimu . Semua kenangan itu dimulai dari sini. *** Masih ku ingat... Hal bodoh yang kamu lakukan ketika kamu tahu bisnisku ditutup . Aku masih mengingatnya sangat jelas , karna aku cukup terhibur kala itu dengan lelucon mu untuk mengembalikan bisnisku . Berlebihan? Tidak . Aku tidak merasa itu berlebihan . Masih ku ingat... Tugas kelompok Ilmu Resep sewaktu dulu . Ketika kami semua sibuk , kamu meminjam handphoneku untuk menelpon seseorang disana. Kamu tertawa , sedangkan lidahku kelu. Kamu merasa bahagia , sedangkan aku merasa pilu, Masih ku ingat... Hari dimana aku berbagi simplisia denganmu untuk mempermudahmu dalam belajar. Apa kamu ingat ? Ketika aku membantumu mengulang s...

Hari bersamamu

Malam ini aku duduk bersandar pada kursi kayu yang terasa dingin ,  sembari memandang langit yang begitu indah . Tapi entah mengapa langit malam ini tak seindah waktu kita bersama. Bukankah kita pernah bersandar pada kursi kayu yang sama sebulan yang lalu? Bersama-sama membunuh dinginnya kota kembang saat itu . Bersama-sama membunuh sepi yang tercipta di dini hari itu . Malam ini udara terasa dingin akibat hujan yang mengguyur kotaku tadi sore Aku merapatkan jaketku dan mulai menyeruput coklat panasku Kamu ingat? Saat kita bersama-sama berjalan menyusuri kota kembang malam itu? Bersama-sama membunuh sunyi dengan obrolan kecil kita pada saat itu. Saat itu kita hanya berjalan dalam gelap , menikmati dinginnya malam. Saat itu aku mengaitkan jemariku kedalam jemarimu , seolah aku akan menemukan kehangatan dalam setiap jemarimu. Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari tapi kita masih belum terlelap. Bersama-sama kita masih menikmati hangatnya segelas pop mie u...

08 Juli 2013

Suara detik jarum jam terus berdetak Termenung ku dalam kesunyian yang seolah-olah dapat membunuhku Tetesan air mata mulai mengalir dikedua pipiku Masih terasa dalamnya goresan itu Goresan yang menyebabkan luka...dalam dan merobek Dulu harapku , takkan ada lagi luka jika aku bersamamu Tapi semua hanyalah harap Seharusnya aku tak pernah menaruh harap , jika ternyata dikecewakan Aku mohon , bekukan hati ini dan lenyapkan perasan ini Agar aku tak bisa mencinta lagi Aku lelah meratapi setiap malamku seperti ini Aku lelah terus-menerus bergelut bersama kesedihanku ini

ingatkah kamu

Hai perkenalkan... Kita dalah sepasang insan yang awalnya saling memahami , sebelum akhirnya saling menyakiti Apakah kamu melupakan hari hari yang pernah kita lalui bersama? Apakah kamu melupakan masa-masa dimana kamu jatuh bangun memperjuangkan perasaanmu didepan ku? didepan mereka? Ingatkah kamu , hari dimana kamu bulatkan tekadmu untuk memilikiku seutuhnya? Ingatkah kamu , hari-hari dimana kamu meyakinkanku agar aku tak perlu takut? Ingatkah kamu , kita pernah sama sama menutup mata , menutup telinga , dan meniadakan ucapan-ucapan mereka yg berusaha memisahkan kita? Ingatkah kamu , aku pernah membantumu berdiri ketika roda berputar kebawah? Ingatkah kamu , kita pernah saling menguatkan diatas setiap luka yang tercipta diantara kebersamaan kita? kamu pernah mengatakan "ini semua bukan tentang kita dan mereka tetapi tentang aku dan kamu , hanya tentang kita"  namun pada akhirnya kamu lupa memahami dari setiap kata yang telah kamu ucapkan itu. Ingatkah kamu ,...

kepada kamu

Sudah se dini ini tapi mataku sulit untuk terpejam , memikirkan kamu . memikirkan kita . Setiap mataku terpejam , selalu terlintas bayangan tentang kamu dibenak ku. Aku lelah dengan semua perdebatan kita , Aku lelah dengan semua masalah yang datang silih berganti , apa kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan? Kepada kamu , yang aku cintai dengan segenap hati. Ada yang ingin aku katakan , tentang kejujuran hati yang tak pernah bisa langsung ku ungkapkan kepadamu. Jika kelak nanti kamu merasa terabaikan oleh kesibukanku , mengertilah . Mungkin kamu pernah mengabaikanku dengan kesibukanmu , tapi aku tetap berusaha agar kita terus bersama. Jika kelak nanti kamu melihat aku terdiam tanpa sepatah katapun kepadamu , mengertilah. Aku mulai lelah dengan setiap perdebatan yang terjadi , yang penuh emosi, dan...luka. Jika kelak nanti kamu mulai merasa apa yang kita jalani tanpa tujuan , ingatlah. Kita pernah memutuskan dan berkomitmen untuk bersama , ...

Bahagia itu sederhana...

Gambar
Setiap manusia berhak untuk bahagia . Bahagia dengan pilihannya . Bahagia dengan seseorang yang akan mendampinginya kelak . Bahagia itu Tuhan yang ciptain dengan kadar yang sama dan cara yang berbeda kepada setiap orangnya . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika hujan turun seperti apa yang kamu harapkan. Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu menggengam tanganku . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika sebuah keluarga berkumpul menjadi satu . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika seseorang memberikan coklat kepadamu . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu mengucapkan “Aku sayang kamu”. Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu mampu berhasil menyusun rubik secara  sempurna . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu merengkuhku kedalama pelukanmu . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu tersenyum kepadaku . Bahagia itu sederhana , sesederhana ketika kamu mengecup kening , pipi , dan bi...

aku terus menunggumu

hujan telah turun sejak kereta berangkat dari stasiun aku mendesah pelan dan kembali menatap ke arah daun yang basah berlinangan rintik air dimana kamu? aku terus menunggumu di tempat ini diluar masih hujan , matahari rupanya enggan menampakan sinarnya dimana kamu? harus berapa lama lagi aku menunggumu ditempat ini? udara dingin mulai menyergapku mataku mulai berkaca-kaca menunggumu dimana kamu? aku terus menuggumu ditempat ini menunggumu sampai datang menjemputku hari kian gelap dan aku mulai gelisah tak tampak sedikitpun batang hidungmu aku terus menunggumu... ditemani cahaya lampu yang kian meredup aku terus menunggumu... ditemani puluhan orang yang berlalu lalang di stasiun ini aku terus menunggumu... ditemani gemrecik air hujan yang turun aku terus menunggumu.... ditemani laju kereta yang kian menderu aku terus menunggumu.... ditemani pepohonan yang berdiri kokoh dihadapan stasiun ini aku terus menunggumu.... sampai kamu datang menjemputku

Rintik air hujan

Gambar
Rintik air diluar pelengkap kesendirian Aroma tanah basah penghibur kesepian Di depanku air berjatuhan Dibenakku kenangan terbingkai dalam bayangan Aku tertawan hujan Aku tertawan kedinginan Aku tertawan kegelisahan Dalam diam... Dalam kesepian... Dedaunan basah dan bergoyang tertiup angin Dan hujanpun tak kunjung berhenti

Salahku

aku lelah...aku kesepian.. kemana lagi harus ku tumpahkan , jika semuanya sulit ku percaya? bukan aku tak ingin berbagi , tapi aku hanya ingin menutup rapat semua sakitku menyimpan setiap lukaku dipalung hati yang terdalam bolehkah aku bersandar dengan apa yang ada? bolehkah aku menyandarkan kegundahan dibahumu? ah...aku terlalu takut mengungkapkan isi hatiku apa salahku yang tidak pernah ada jika kau butuhkan? salahkukah jika kamu berkali-kali jatuh terpuruk? jika memang semuanya terlihat berat dan susah mengapa kamu tidak ‘pergi’saja? bukankah dengan cara kamu meninggalkan ku semua akan kembali menjadi baik baik saja? walaupun nanti aku akan merasa perih saat kau tinggalkan tapi setidaknya semuanya akan baik baik saja untuk dirimu jika kamu tak menemukan kebahagiaanmu dari diriku , pergilah mungkin ini salahku yang tak pernah mampu menciptakan bahagia untukmu

Di atas bianglala

Gambar
Senja telah menutup hari itu dengan sempurna matahari menenggelamkan oranye tanpa seorangpun menyadari. kita masih terjebak di kerumunan manusia-manusia yang terlalu banyak namun terlihat seperti sedang mendalami dunia mereka sendiri-sendiri. Kita ada disana . Di depan satu lingkaran besar yang penuh kotak-kotak kecil berisikan manusia . Yang tertawa , sedikit jerit , sampai decak kagum luar biasa . Satu lingkaran besar yang berhiaskan lampu warna-warni , yang berputar sedemikian pelan . Kamu menggenggam tanganku dengan erat ketika bianglala mulai berputar sedemikian pelannya. "Aku takut ketinggian" ucapmu . Aku tertawa mendengar ucapanmu. Semakin tinggi kotak-kotak itu berputar , semakin erat genggamanmu . Keringat dingin mulai mengalir dari dahi mu . Tiba-tiba kau melepaskan genggamanmu . Melepaskanku . "Aku benar-benar takut ketinggian" katamu tiba-tiba. "Kalau begitu , jangan penah kamu meninggikanku kemudian menjatuhkanku ." uca...