Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

kepada siapa ?

aku lelah menatap bayangmu malam ini seolah ini tanda perpisahan aku lelah menebak jalan pikiranmu dikala kamu tak mau berkata kepadaku apa yang tengah kamu rasakan aku lelah memendam emosi yang tiap hari ku rasakan ingin rasanya melampiaskannya tapi kepada siapa ? aku tak tega melampiaskan itu semua kepada seseorang yang aku sayang ataupun orang yang baru ku kenal kepada siapa aku berkeluh kesah ? aku kian menutup diri dari lingkunganku mencoba tegar dengan semua yang aku hadapi walaupun terkadang linangan air mata kerap membanjiri kedua kelopak mataku kepada siapa aku membagi cerita ? ketika seseorang yang kubutuhkan tak mau mendengarkanku apa aku terlalu egois ? menahan semua orang termasuk kamu untuk selalu ada buatku aku menahan semuanya dimalam yang sunyi ini dengan linangan air mata yang membasahi kedua kelopak mataku Tuhan aku terlalu sakit untuk merasakan ini semua

bintang bintang enggan menyapaku

Gambar
terang bulan menghiasi langit malam ini bintang-bintang enggan menyapaku mereka memilih bersembunyi dibalik awan seperti dirimu... enggan menyapaku dengan rangkaian kata kata manismu rangkaian yang selalu kunanti ditiap detik hidupku rangkaian yang selalu membuatku tersenyum tipis tanpa kamu sadari aku merasa bodoh... setiap kali aku menatap layar handphoneku dan tidak menemukan namamu dilayar handphoneku semburat kecewa mulai menghiasi wajahku yang dulu selalu tersenyum tipis ketika menemukan namau dilayar handphoneku aku sadar aku yang memulai ini semua aku yang membuat dirimu tergores karna perilakuku aku yang membiarkan kesepian membunuhmu aku yang kamu banggakan , (tak sengaja) tega menggoreskan itu semua kini aku merasakan apa yang kamu rasakan aku yang terbunuh sepi di malam yang sunyi aku yang berusaha membunuh rindu yang tiap kali menerpaku kini aku sendiri tanpamu apa kabar dirimu , sayang ? i miss you

hujan ini mengingatkanku kepada seseorang yang ku tunggu dan terus ku tunggu

Gambar
aku menatap langit dan membiarkan wajahku tersiram butiran butiran hujan . hujan ini perlahan membuka memoriku pada waktu aku menunggu seseorang yang tak pasti datang menemuiku . saat dimana aku duduk sendirian ditengah lalu lalang orang yang berlindung dari butiran butiran hujan yang mengguyur kota Depok . aku menatap nanar layar handphoneku , berharap kamu mau menemuiku . aku kedinginan dalam guyuran hujan saat ini , persis seperti hawa dingin yang merasuk kalbuku ketika aku menunggu kamu yang tak pasti . aku menunggu dan terus menunggu berharap kamu menjemputku . mataku mulai memanas dan basah , aku lelah menunggu yang tak pasti . aku ingin kamu datang menjemputku . kini aku tak tahu arah pulang . aku duduk disebuah stasiun , mendekap bukuku dan menyapukan pandangan pada orang yang berlalu lalang dihadapanku . aku berharap kamu ada diantara orang yang berlalu lalang itu atau bolehkah aku berharap kamu datang dibawah butiran butiran hujan yang turun perlahan . aku melihat ...

tangisku pecah bersama hujan yang turun semakin deras

Gambar
ada emosi yang tak sanggup terucap . ada tangis yang tak mampu pecah . aku berharap seseorang mengerti hatiku . entahlah sudah seberapa sakit yang kutanam dihati dan kini tlah berbuah sakit yang lain . entahlah sudah seberapa banyak butiran butiran airmata yang terjatuh dan tak sanggup kutahan . entahlah sudah seberapa sabar yang aku paksakan untuk tidak mengumpat kata kata kasar . aku selalu mencoba tegar tapi untuk saat ini aku sudah tak setegar karang ditengah deburan ombak . aku rapuh bagaikan dedaunan yg mulai gugur . hujan rintik rintik mulai turun membasahi kota ku , sama seperti air mataku yang mulai turun membasahi kedua pipiku . lidahku kelu , ingin rasanya aku menangis meraung raung tapi apa daya aku tak sanggup . saat ini mungkin kamu tersenyum ceria dengan indahnya hari yang kamu rasakan , aku pun juga tersenyum tapi tidak senyum ceria melainkan senyuman miris yang kurasakan . aku ingin meluapkan emosiku tp aku tidak mampu melakukannya , aku hanya mampu menangis . tanda ...

aku mencintai (aksara) mu

dalam euforia embun pagi disaat matahari masih terlelap aku tak sengaja melihatmu dari masa laluku . masa lalu akan kecintaanku padamu . aku membiarkan (kecintaanku akan) kenangan itu menguap bersama emosi yang dulu pernah tercipta . Dulu aku mencintaimu dalam diam karna aku tau kamu telah dengannya . aku ingat saat aku berkata "ku yakin suatu saat nanti akan datang masa — ku yakin kau berubah" . Saat itu kamu pun berubah , saat dimana kamu berubah dan melihat ku . melihat kecintaanku padamu dalam balutan aksara yang kutujukan tanpa menyertakan namamu . kita sama sama menyadari aksara aksara yang kita buat itu tapi kita menutup dan memilih untuk menyimpannya . aku mencintai rangkaian aksaramu dan mencoba menebak hatimu lewat rangkaian aksara itu . kita mencoba saling memahami lewat rangkaian aksara itu . sampai akhirnya dia menghapus rangkaian rangkaian aksara aksaramu dan kamu kembali tak melihatku . aku menangis dalam hati dan dalam keheningan yang mencekam . menghapus aks...