Daniel , kekasihku
"kita bakalan terus sama sama kan sampai kita punya cucu nanti ?" "tentu saja . aku pikir ini saatnya untuk kita untuk serius". Daniel menggengam tangan ku , aku merasa bahagia . Untuk pertama kalinya aku digenggam oleh laki laki yang aku sayang . Aku ingat betul saat aku mengenalnya . Pertemuan singkat dari sebuah social network . Aku mengenalnya terlebih dahulu dibanding mantannya yang terlebih dulu menyakitinya . Semua memori tentang Daniel berputar di otak ku . Aku ingat betul hari dimana dia menangis menelponku karna kekasihnya berselingkuh , entah mengapa aku menjadi marah kepada kekasihnya itu . Tapi di sisi lain , hatiku ingin menangis karena aku sudah mengorbankan perasaan ku untuk kekasihnya itu , ya aku mengalah . "harusnya aku dulu milih kamu ya sel , bukan dia" ucap Daniel lirih. " dalam hidup , ada masanya kita tidak bisa memilih Daniel" tukasku . *** "Griselda , kenapa kamu melamun ?" suara berat Daniel memecah lamuna...