Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

berapa banyak ?

aku merindukan sela-sela jari yang mengisi jemariku aku merindukan tawa bahagia saat dia bersamaku maukah kamu hadir dihadapanku ? mengisi setiap sela jemariku yang hampa terputar rekaman yang ada diotak ku saat kita bertengkar hebat , saling menangis dan tersakiti karena saat itu kita saling memiliki berapa banyak mata yang aku keluarkan diam-diam hanya karena kata "putus" yang kamu keluarkan ? berapa banyak kesalahan yang aku tolerir karna aku tak mau kehilanganmu ? berapa banyak amarah yang ku tahan hanya karna aku tak ingin menyakiti mu dengan kata kata kasarku ? aku selalu memilih diam saat amarahku mulai hinggap , karna ku tahu perkataan saat aku marah adalah perkataan yang akan aku sesali ketika aku memikirkanmu bersama teman-temanmu sedang bersenda gurau terselip rasa cemburu dihati yang membahagiakanmu (mungkin) banyak , tetapi hanya aku yang lebih bahagia saat kamu bahagia dan jauh lebih sedih saat melihatmu sedih kamu tahu tidak ? aku m...

inikah yang dinamakan rindu ?

Gambar
angin sejuk kota ini menerpa wajahku semilir angin mulai menyapu rambutku yang ku biarkan digerai mataku terus menatap layar handphoneku entah mengapa bayanganmu terus mengganggu benakku sedari tadi seharusnya aku dapat menikmati hari liburku yang (sangat) jarang kutemukan dibalik kesibukanku aku mencoba melepaskan diri dari belenggu bayanganmu tapi bayang itu terus menggangguku aku mengharapkan hadirmu walau hanya dalam kata tak sadarkah kamu ? aku merasa kesepian... seolah-olah hati ini tak bertuan dadaku kian sesak jika mengingat bayangmu bibirku bergetar hebat kala terlintas namamu dibenakku ku rebahkan tubuhku direrumputan dan ku biarkan mataku terpejam merasakan suasana kota ini kota ini jauh dari tempatmu berada berkilo-kilo meter jarak yang terbentang antara kita saat ini lagi-lagi bayangmu mengusik ku rasanya aku ingin menangis mengingatmu , sedangkan dirimu (mungkin sedang) tidak mengingatku saat ini inikah yang dinamakan rindu ? '' missing som...

pertemuan pertama kita

Gambar
hujan ini mengingatkan ku pada pertemuan pertama kita pertemuan satu setengah tahun yang lalu pertemuan yang sederhana tapi membekas dihati kita ah bukan dihati kita mungkin lebih tepatnya dihatiku seorang apakah pertemuan itu akan menjadi pertemuan terakhir kita ? aku melihat siluet mu menghilang dibalik rintik hujan yang turun akankah ada pertemuan untuk yang kedua kalinya ? entah mengapa aku sangat menginginkan pertemuan untuk kedua kalinya denganmu apa mungkin aku jatuh cinta kepadamu ? jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan seperti coklat panas yang menghangatkan tubuh ketika dingin menusuk hingga ke tulang rusuk aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu- ribu rintik hujan aku ingin hari depanku selalu bersamamu. aku mencintaimu. selalu. dan, mereka tak perlu tahu…

gemercik hujan

mata kita saling menatap raga kita terpaku dalam diam hanya gemericik hujan yang terdengar kita sama sama diam dan berbagai pikiran mulai berkecamuk dikepala kita aku takut.. tapi rindu ini berhasil mengalahkan rasa itu semakin aku melangkah dan dekat denganmu hatiku terasa berhenti berdetak oh Tuhan ada apa denganku ? aku ingin tersenyum seperti pertemuan pertemuan kita sebelumnya aku ingin memelukmu tapi logikaku menahannya ada semburat rasa marah , kecewa , sedih disorot wajahnya itu aku menatap wajah itu lebih dalam apakah kamu habis menangis ? hatiku pilu dan tak tahan untuk memelukmu aku tak kuasa menatapmu aku tak kuasa melihat genangan dimatamu wajah itu terlalu lelah menahan amarah kita larut dalam diam yang berkepanjangan membiarkan gemericik hujan memecah keheningan yang tercipta tanpa sadar kamu menarik aku dalam pelukanmu pelukan hangatmu yang mampu mencairkan semua ketakutanku aku ingin selalu ada dalam setiap pelukanmu setiap detik dihidupmu.. aku b...

ujung pisau

seperti ujung pisau yang terlalu sering diasah semakin tajam dan semakin menyakiti siap menusuk dan merobek sampai tiada bersisa seperti ujung pisau yang memotong urat nadi membuat mati rasa dan membiarkan darah berceceran meninggalkan bekas luka