Postingan

Menampilkan postingan dengan label Februari ke-28

Perjalanan setiap kota

Denganmu, setiap perjalanan terasa singkat. Angin malam memeluk wajahku, lampu kota berpendar bagai bintang, Aku suka lampu-lampu malam di setiap sudut kota,  dan aku duduk manis di belakangmu, menyandarkan letih pada bahumu yang selalu terasa kokoh. Aku ingat, banyak tempat yang kau tunjukkan, banyak rasa yang kau kenalkan, hingga aku merasa dunia lebih luas ketika bersamamu. Sejak itu, aku terbiasa bergantung padamu bukan hanya pada arah jalan yang kau pilih, pada rasa aman yang kau beri, pada hangat sederhana yang diam-diam menjelma di ruang hati. Kini semua tinggal kenangan, tak bisa kuulang, namun tetap hidup dalam ingatan, Kelak nanti, mungkin kita akan tersenyum saat mengingat semua perjalanan itu. Bukan lagi dengan rasa perih kehilangan, tapi dengan syukur karena pernah ada waktu di mana dunia terasa indah,sederhana, dan cukup hanya dengan berdua.

Percakapan malam itu

Tidak ada yang salah dengan jarak. Tidak ada yang salah dengan pekerjaan. Tidak ada yang salah dengan keadaan. Tidak ada yang salah dengan waktu. Perihal rindu... Lidahku terlalu kelu untuk membalas rindumu itu. Mataku tak mampu menahan setiap tetes airmata yang perlahan turun. Dadaku sesak, entah karena menahan rindu atau menahan tangis. Aku masih setia mendengarkanmu... Setiap rindu yang kau ucapkan dibalik telepon. Ratusan hari yang pernah kita lalui bersama. Semua memang sudah menjadi pilihan.