Perjalanan setiap kota

Denganmu,
setiap perjalanan terasa singkat.
Angin malam memeluk wajahku,
lampu kota berpendar bagai bintang,
Aku suka lampu-lampu malam di setiap sudut kota, 
dan aku duduk manis di belakangmu,
menyandarkan letih pada bahumu
yang selalu terasa kokoh.

Aku ingat,
banyak tempat yang kau tunjukkan,
banyak rasa yang kau kenalkan,
hingga aku merasa dunia lebih luas
ketika bersamamu.

Sejak itu,
aku terbiasa bergantung padamu
bukan hanya pada arah jalan yang kau pilih,
pada rasa aman yang kau beri,
pada hangat sederhana
yang diam-diam menjelma di ruang hati.

Kini semua tinggal kenangan,
tak bisa kuulang,
namun tetap hidup dalam ingatan,

Kelak nanti,
mungkin kita akan tersenyum
saat mengingat semua perjalanan itu.
Bukan lagi dengan rasa perih kehilangan,
tapi dengan syukur karena pernah ada waktu
di mana dunia terasa indah,sederhana,
dan cukup hanya dengan berdua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baskara

Biar aku hangus sendiri

Pernah