Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Selamat bertambah umur yang kedua kali bersamaku.

Selamat bertambah tua, kesayangan aku. Kiranya diumur yang baru bertambah kebijaksanaanmu, kepintaranmu, ketaatanmu, dan segala yang terbaik untukmu. Berterima kasihlah atas umur baru yang Tuhan berikan kepadamu, sayang. Semoga diumur yang baru ini, awal dari segala perubahan yang lebih baik lagi. Selalu mampukan Tuhan dalam setiap perbuatan dan tingkah laku yang akan kamu lakukan kelak. Tetaplah kuat meskipun sekelilingmu menggoyahkan. Tetap jadi bahu untuk tempatku bersandar ya, sayang. Tahun kedua aku bisa ucapin ini ke kamu,ya? Entahlah gak bisa bilang apa-apalagi ke kamu, kecuali mengingatkan kamu untuk terus bersyukur. Selamat bertambah tua, kesayangan aku! Menualah bersamaku! :)
Tuhan dan semestaNya masih sayang kita. Tak perlu dituliskan apa yang telah terjadi dihari itu. Yang aku tau semua melaju begitu cepat. Jakarta, 28 September 2015

Sebodoh itu aku pernah...

Sebelum aku sekuat ini Disela-sela kakiku melangkah maju, terkadang pandanganku masih dipenuhi kaca masa lalu. Katanya cinta hanya untuk orang-orang yang percaya. Lalu teori itu musnah seketika... Sebodoh itu aku pernah... Mengejar seseorang yang jelas langkahnya sudah terpaut jauh dariku. Sebodoh itu aku pernah... Menyebut dia dalam setiap doaku, tanpa pernah ku tahu hatinya sudah bukan untukku. Sebodoh itu aku pernah... Menyia-nyiakan waktuku untuk seseorang yang tak ingin lagi bertemu denganku. Iya...aku pernah sebodoh itu.

Jika suatu hari...

Aku mencintaimu dan semoga akan selalu begitu. Karena sungguh aku tak bisa mengintip hari esok. Jika suatu hari lahir sebuah pertengkaran diantara kita, aku tak ingin ada rasa yang tersapu sedikitpun. Jika suatu hari kamu memalingkan wajahmu dariku, tolong jangan sangkal hatimu yang terdalam. Keluarkan saja sesak yang menyangga hatimu, tapi jangan pergi sayang. Jika suatu hari ada dari kita yang tak mampu mencegah luka, janganlah memilih untuk berpisah. Ingatlah perjumpaan kita, komitmen kita, perjalanan kita, dan rasa yang masih ada. Jangan karena emosi dan ego sesaat kita berpisah... Kamu butuh meyendiri, tapi tidak dengan melepasku pergi. Aku mencintaimu dengan sangat. Dengan kata yang tak mampu terucap. Oktober 2015

keduapuluh

Bulan ini sudah memasuki bulan ke 20 kami. Hubungan kami belum seberapa untuk begitu sering dibicarakan. Tapi yang perlu kamu tahu, sayang. Aku selalu mengucap syukur ketika tanggal dua puluh delapan itu tiba. Mengucap syukur kepada siapa aku dipercayakan. Aku dan kamu juga belum sampai di titik yang mau kita tuju. Aku dan kamu mungkin belum persis seperti yang Tuhan inginkan. Sedikit atau banyaknya progress yang sedang kita lakukan, setidaknya kita tidak berjalan ditempat. Tapi bersama Tuhan kita dimampukan untuk melawannya. Selamat tanggal dua puluh delapan yang kedua puluh. Semoga kedepannya Tuhan yang bekerja lebih dihubungan ini. :')
Apa yang perlu ditangisi? Apa yang perlu disedihkan? Bukankah selama dia senang, aku pun senang?

i love You

Hello,Father in Heaven. Thank you for yesterday, i'm very happy. i'm feel i'm nothing special, i'm just broken sinner who needs God's grace. But even thought i'm a sinner You still bless me until now. Even when i don't love You the same way as You do, You still loving me anyway. God, i know without You i'm nothing. All because of You, Jesus. Lord, when i say "Your will be done", let it not merely be words from my mouth but the outpouring of my heart. God, teach me tp keep trying,praying, and surrender. God, embrace me for always next to You You know, i always say "i love You" every night before asleep. But i say it so seriously. God, i love You with all my heart.

untitled

Daripada cuma berakhir jadi draft mending dipost aja yak... Saya gak pernah dan gak akan mau minta sesuatu hal pun pada seseorang karena saya tau mungkin itu sangat merepotkan dan suatu saat nanti orang tersebut akan menyesal pernah memberikannya pada saya. Dan saya cuma mau memberi tau, di jaman sekarang terkadang sulit untuk minta maaf. Nyinggung orang dikit pasti dibilang baper, bukannya minta maaf. Beda baper dengan apresiasi suatu karya. Karena suatu karya itu untuk dihayati,diresapi, diambil intinya. Sama seperti ketika kamu membaca suatu karya dan tersentuh, itu bukan baper. Tapi kamu menghayati dan meresapi setiap susunan kata yang ditulis oleh orang tersebut. Sebenernya saya bingung apa yang dimaksud anak-anak jaman sekarang dengan baper. Penggunaan kata baper itu untuk apa?

Kepadamu ku titipkan hatiku

Ini bukan hanya sekedar sudah terlanjur cinta, tapi ini tentang seberapa dia bisa membuat aku lengkap meskipun banyak perbedaan diantara kita bahkan ego pun terlalu besar dalam diri kita. Tapi meskipun kita punya ego yang sangat tinggi, aku sadar kita tak bisa lama-lama saling menyakiti. Dia adalah sosok yang tegar dan bisa diajak berbagi beban. Walaupun salah satu dari kita tumbang diterpa permasalahan, kita selalu ada untuk menangkap. Selalu ada hal baik yang aku lihat dan jadikan pegangan. Tak salah jika aku menyelipkan namanya disetiap doa yang ku panjatkan, Aku sadar, kehadirannya tak lantas menutup seluruh luka sebelumnya. Tapi setidaknya dia mengeringkan setiap luka dan menutupnya secara perlahan. Yang aku tau, dia punya hati yang besar demi menerima sisi paling manis hingga sisi brengsek dari diriku. Dia bahkan membuat aku percaya bahwa ada bagian dalam diriku yang membuat aku merasa dicinta setelah sekian lama. Dia membuat aku memberi aku alasan mengakhiri hati yan...

Saya rindu...

"Uang itu bisa beli segalanya, tapi tidak dengan kebahagiaan." Terkadang saya capek dengan keluhan seputar itu-itu saja. Tidak memandang pagi, siang, dan juga malam. Saya rindu masa kecil saya. Meskipun harus hidup secara nomanden demi hidup yang lebih baik, setidaknya tidak ada hal "seperti ini'. Saya rindu main dikebun dan memberi makan anjing-anjing. Saya rindu menonton layar tancap. Saya rindu naik motor berlima tanpa keluhan. Saya rindu tidur berlima dalam satu kamar beralaskan kayu tanpa merasa sempit. Saya rindu berkumpul bersama dan berdoa bersama. Saya rindu akan hal-hal dahulu. Saya rindu..... Sekarang dengan uang saya tidak mungkin membeli hal-hal tersebut. Bahagia itu sederhana, sesederhana ketika saya kecil dulu.

Teruntuk kamu yang saat ini sedang mendampingiku.

Terima kasih teruntuk kamu yang saat ini sedang mendampingiku melewati belasan bulan terakhir ini. Terima kasih telah menggenapkanku. Terima kasih untuk setiap genggaman yang tidak pernah kamu lepaskan disaat suka maupun duka. Mulai dari masalah besar hingga emosi ketika PMS kamu tidak pernah pergi. Terima kasih telah setia disisiku. Kamu memang bukan pria romantis yang setiap hari memberikanku mawar. Tetapi kamu selalu mengusahakan yang terbaik untukku hal kecil sekalipun. Kamu adalah pria baik yang tidak pernah membiarkanku pulang dalam keadaan terbelit amarah. Kamu adalah pria yang berbesar hati untuk menyelesaikan masalah sebelum menutup pertemuan hari itu. Disaat hariku dipenuhi dengan duka dan aku tidak memiliki semangat untuk kembali bangkit, aku tahu kemana harus mencarinya. Kamu...adalah tempat pertama yang akan aku tuju saat aku membutuhkan suntikan semangat. Bertemu denganmu adalah hal istimewa untukku, Terima kasih untuk setiap waktu yang kamu sediakan untukku....

Selamat setahun pertama!

Ini tahun pertama kita bersama, meskipun sudah lewat 6 hari. Tepat setahun lebih 6 hari lalu, tanggal ini menjadi awal mula segalanya. Tanggal ini menjadi bukti kalo kita tidak perlu mencari-cari lagi. Tanggal ini menjadi awal sebuah kenangan. Tanggal ini merupakan awal dari sebuah keyakinan. Terima kasih untuk pertanyaan yang berbelit-belit setahun yang lalu,sayang. 365 hari di tahun pertama sudah kita lewati bersama. Namun, kita belum usai. Masih ada 365 hari lagi di tahun-tahun selanjutnya yang harus kita lewati lagi. Terima kasih untuk hubungan yang lebih didominasi bahagia selama setahun ini. Terima kasih sudah selalu ada. Rasanya terima kasih tak cukup untuk menggambarkan perjalanan selama setahun ini. Terlalu banyak kebahagian, pelajaran, pengalaman, dan hal-hal manis lainnya yang tidak dapat diungkapkan. Terima kasih, Raynaldo Roberto Latuheru, karena telah menunjukkan rupa bahagia yang ternyata bertahan lama. Teruslah menjadi kebahagiaan yang membuatku sadar bahwa tidak a...

Maaf

Selamat malam, kesayanganku. Entah mengapa aku masih menyesali pertengkaran kita beberapa pekan lalu. Masalah sepele yang berujung perdebatan, dan menganggap betapa kita merasa saling benar. Dan pada akhirnya kita menumpahkan perasaan kita yang sebenarnya tanpa peduli jika itu terdengar menyakiti. Padahal dulu kita saling mengalah tanpa harus berdebat. Maafkan perilaku dan nada tinggiku pada beberapa pekan lalu. Nyatanya aku masih mudah tersulut emosi. Paling tidak kini aku mengerti apa maumu. Namun kita masih harus banyak belajar untuk lebih dewasa dan mengungkapkan perasaan dengan kepala dingin. Semoga pertengkaran itu tidak mengurangi rasa yang ada pada diri kita. Semoga kita akan tetap terus tumbuh bersama. Kelak masih ada dua delapan selanjutnya, bukan?

Let it flow! :D

Setelah menulis ini, semoga paru-paru kembali bernafas dengan lega. Tidak ada lagi air mata yang terjatuh. Bukannkah setiap orang pernah merasa lelah? Bukankah semua orang pernah merasa jatuh? Let it flow. Hidup masih terus berlanjut! Nikmatin semua proses yang ada. :) Setiap orang memang harus "dijatuhkan" agar mengerti caranya berdiri kembali.