Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Selamat bertambah umur, sayang.

Gambar
Selamat bertambah umur, lelaki kesayanganku. Usiamu telah bertambah satu tahun, tapi bukan itu intinya. Usiamu akan terus bertambah, sayang. Tapi tetaplah ingat apa yang telah kamu lalui, tak akan terulang kembali terlebih untuk satu tahun yang telah berlalu ini. Gunakanlah waktumu sebaik-baiknya, sayang. Terima kasih telah mengajarkanku banyak hal. Terima kasih karena tak bosan memahamiku dan mengertiku. Terima kasih untuk setiap cinta yang kamu berikan sehingga aku merasa disayang dan diistimewakan. Terima kasih untuk setiap pengorbananmu. Terima kasih untuk setiap semangat yang kamu berikan. Terima kasih untuk setiap kesabaranmu.Terima kasih untuk setiap hal-hal manis yang telah kamu berikan. Terima kasih karena telah menunjukkan rupa-rupa bahagia yang ternyata mampu bertahan lama, aku bersyukur sekali. Terima kasih telah menjadi yang terbaik. Kamu ialah yang terbaik, yang memampukan aku jatuh cinta berulang-ulang pada sosok yang sama. Tetaplah menjadi lelaki terbaikku, keban...

Jatuh cinta berulang kali.

" Kamu boleh jatuh cinta berulang kali, tetapi hanya dengan orang yang sama, bukan dengan orang yang berbeda" Masih dengan orang yang sama...orang yang membuat saya menjatuhkan hati sepuluh bulan yang lalu. Masih dengan perasaan yang sama, kepercayaan yang sama, dan tidak pernah berubah. Bersamamu aku merasakan jatuh cinta berulang kali. Kamu tau? Jatuh cinta berulang kali dengan orang yang tepat itu menyenangkan. Aku ingin terus jatuh cinta dengan orang yang sama setiap harinya, memulai hari dengan sebuah pelukan dan menutup hari dengan saling bercerita dan bertukar pikiran, hingga akhirnya melepas lelah bersamaan.
Tulisan ini adalah sesedih-sedihnya saya.

Lebih dari cukup

Ini tentang sosok seseorang yang telah menemani hari-hariku selama beberapa bulan terakhir. Dia mengajari aku caranya percaya pada ikrarnya untuk terus bersamaku, meskipun dia tau aku terlalu skeptis dengan hal-hal seperti ini. Dia yang selalu membuat aku merasa sangat istimewa. Dia tak pernah berjanji, tapi selalu menyuguhkan segala yang melebihi ekspektasi. Dia sudah lebih dari cukup. Terima kasih karena Engkau telah mempertemukan kami, Tuhan.

kecewa?

Terlalu lelah untuk menceritakan dia kembali Terlalu banyak kecewa yang telah terukir Dan sekarang, apa aku harus merasakannya kembali? Tanpa kamu tahu, air mata mengalir dibelakangmu Ada hati yang terluka meski tak berdarah.

Surat untuk, D.

Teruntuk kamu, D. Apa kabarmu, D? Baik-baik saja kah? Aku selalu berharap kamu akan selalu baik-baik saja setelah melepaskan aku. Bagaimana dengan perempuanmu? Perempuan yang dulu kamu banggakan didepan aku? Apakah kamu masih bersama dengannya? Perempuan yang mempunyai nilai lebih dimatamu. Hai, D. Barangkali, memang tidak ada yang bisa dijawab waktu, seperti kita yang bukan lagi menjadi kau dan aku, juga kehilangan yang terlalu. Aku masih ingat bagaimana kehilangan yang terlalu itu. Bagaimana kalau kau tanyakan kepada teman-temanku seberapa dalamnya kehilangan beberapa tahun lalu? Oke, kalaupun kamu tidak ingin bertanya kepada mereka biarkan aku memberi tahumu sedikit tentang hal itu. Ketika kamu meninggalkanku tahukah kamu, bahwa aku kehilangan nafsu makanku? Ketika kamu meninggalkanku tahukah kamu, bahwa aku begitu kehilangan konsentrasiku? Ketika kamu meninggalkanku tahukah kamu, bahwa aku mendapati peringkat terbawah? Semua orang memandangiku, D! Mereka melihat seolah-...

Aku mengerti mengapa Tuhan mempertemukan kita...

Gambar
Masih ingatkah kamu awal pertemuan kita? Aku begitu menyukai bagaimana cara Tuhan mempertemukan aku denganmu. Aku tidak pernah terpikir bahwa pada akhirnya semua penantian akan berhenti di kamu. Pernahkah kamu memutar setiap kejadian-kejadian yang sudah kita alami? Bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita? Aku menyukai cara Tuhan merancang setiap pertemuan kita tanpa sebuah kebetulan. Aku mengagumi cara Tuhan menuliskan setiap alur demi alur dengan menarik. Aku mengerti mengapa Tuhan mempertemukanku denganmu. Sebab adalah percuma menunggu sebuah pintu terbuka untukku, yang jelas-jelas pintu itu bukan dipersiapkan untukku. Kini... Ada hati yang lebih tegar, lebih mempercayai bahwa Tuhan lebih ahli merencanakan segala sesuatunya. Ada hati yang libur panjang untuk bersedih. Ada hati yang sudah tak pernah ingin khawatir terhadap apapun. Karena ia percaya, segalanya akan baik-baik saja. Tuhan baik, aku ditemukan oleh hati yg sedang membutuhkan, bukan yang sekadar rindu ...

Sebuah pilihan.

Ada sudut yang tak pernah bisa terjamah siapapun Ada sebuah kecewa diseulas senyuman manis Ada bias-bias luka yang selalu hadir seperti kaca disaat kaki melangkah kemana saja Dan kini aku memilih untuk menyembuhkan hati meski aku tahu itu sulit

Dua puluh delapan kedua.

Selamat mengulang dua puluh delapan yang kedua kalinya, sayang. Mungkin, suatu saat nanti kelak kamu akan bosan melihatku. Mungkin, suatu saat nanti kelak kamu akan lelah menghadapiku. Mungkin, jalan didepan yang akan kita lalui belum terlihat jelas seberapa beratnya. Tapi kuharap tetap selalu ada kita disuatu saat nanti. Maaf bila terkadang aku memalingkan pandangan pada sekitar. Tapi perlu kamu ketahui sayang, bahwa itu hanya untuk mengeliminasi debar. Dan kepada kamu, sayang. Pada sepasang telapak tangan milikmu, aku titipkan duniaku. Dan semoga cinta kita tak seperti segitiga bentuknya, yang menyelipkan sudut baru untuk dibagi cintanya. Terima kasih untuk hati yang sedang bahagia atas rasa teristimewa yang Tuhan titipkan kepadaku melalui kamu. Kini biar Tuhan yang menentukan cerita dan kita yang menjaga 'kita'. Tertanda, Perempuanmu.

Fairy tale

I wanna be, forever be the angel that you seek And with my wings, I'll hold you lovingly... You must believe, believe that you and I, will always be... So in love just you and me.. till the end so lovingly... Fairy tale-Imeida Teo

Duhai Yang Maha Kuasa

Aku tidak mengerti apalagi yang harus aku katakan, kali ini aku membiarkan aksaraku untuk berkata. Entah dimulainya rasa itu sepertinya sudah cukup lama aku pendam sendirian. Tiba-tiba kamu tiba dan mengubah yang tiada menjadi ada, seperti cinta misalnya. Kamulah tempat pandangan kornea perlahan-lahan berpusat. Kamulah yang mengubah luka menjadi suka. Kamulah yang Kepada kamulah aku mulai belajar kembali menitipkan hatiku. Duhai Yang Maha Kuasa, Sang pembolak-balik rasa. Kini kuletakkan percaya pada tingkat pertama diatas segalanya. Jika seandainya kecewa lagi-lagi tiba, aku percaya bahwa itu adalah cara Mu mendewasakanku. Duhai Yang Maha Kuasa, Sang pembolak-balik rasa. Aku percaya bahwa dia pria ku, bila hadirnya membuatku lebih dekat dengan Mu. Duhai Yang Maha Kuasa, Sang pembolak-balik rasa. Semoga tak hanya aku, dia pun Kau sayangi. Semoga tidak ada lagi hati yang jatuh perlahan...semoga.

Dua puluh delapan.

Selamat tanggal dua puluh delapan, manis. Aku berharap lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat. Aku berharap bisa menjadi perempuan terbaik yang bisa menemanimu melewati hari-hari terburuk sekalipun. Aku berharap tetap akan menjadi seseorang yang kau cintai dengan cara-caramu yang sederhana. Aku berharap kita akan selalu seperti ini. Kamu adalah sesuatu yang pernah kusangkal , pun tak kusangka-sangka adanya, namun kini terasa di dalam hati . Semoga pertemuan kita waktu itu, bukan berujung pisah. Semoga tidak ada yang mengingkari atau saling menyakiti.  Kamu tahu bahwa waktu akan selalu berputar, tapi semoga tak satupun rasa akan memudar.Karena kamu tau, aku tak pernah siap dengan segalanya. Dengan ketakutan kalau-kalau kamu menghilang, dan pada akhirnya aku menitipkan kamu dalam doa kepada Dia. Karena apapun yang terjadi, aku terlalu percaya bahwa kita akan selalu baik-baik saja. Karena Tuhan selalu pegang kendali :') Teruntuk kamu, satu nama penghentak ...

Tepat di persimpangan dia ada.

Ada masa dimana aku hanya berpusat pada satu nama. Ada masa dimana jemariku terus menuliskan namamu. Ada masa dimana alasanku tersenyum itu kamu. Ada masa dimana aku berpikir kita itu istimewa. Ada masa dimana aku berpikir akan ada aku disana, dihatimu. Tapi ternyata aku salah, tak akan ada aku disana, dihatimu. Semua hanya anganku saja, aku terlalu terbuai oleh sikapmu yang membuatku istimewa. Ternyata asaku bukan asamu. Ada masa dimana aku mulai menutup hatiku darimu. Ada masa dimana bukan nama mu lagi yang terpusat olehku. Ada masa dimana kamulah yang menjadi alasan kekecewaanku. Ada masa dimana akan ada aku disana, dihati orang yang kucinta, dan itu bukan lagi kamu, seperti yang ku kira. Dan ada masa dimana aku percaya bunyi kalimat diatas seperti sekarang ini. Ada masa dimana "kamu" diganti oleh "dia".

Aku menyukaimu tanpa kau sadari

Hai... Tadi pagi aku memikirkannya didepan cermin dengan menatap kantung mataku yang semakin menebal akibat terlalu banyak begadang. Terlalu banyak percakapan yang kita lakukan hingga pagi menjelang . Terlalu banyak tanya yang kau hadirkan dalam benak ku, Mengapa disetiap lelahmu, masih kau sempatkan untuk mendengar ocehanku? Mengapa selalu ada ucapan "selamat pagi" mu mengisi kotak masukku? Mengapa kamu membuat hatiku berbelok kepadamu bukan kepadanya? Tak ada seorangpun yang tau bahwa kau sempat merebut rasa ini. Tuhan memang Maha pembolak-balik kan hati manusia. Memang sulit jika rasa disandingkan dengan logika. Terlalu banyak canda yang terjadi diantara kita. Sampai-sampai tak jelas mana maya, mana nyata. Mana canda, mana fakta. Sudah terlalu larut membicarakan kita yang bahkan tidak pernah menjadi kita. Mungkin aku mulai menaruh rasa kepadamu. Aku menyukainya tapi aku tidak pernah menuntut agar dia balik menyukai ku. Aku bukan Tuh...

8 Januari 2014

Sebelum peristiwa manis itu terjadi, aku sadar bahwa peristiwa itu akan berlalu. Maka aku merekam semuanya dalam benakku. Mari kita mulai memutar rekaman itu...iya semua rekaman tentang kamu. M alam ini semuanya sibuk mempersiapkan sebuah event, matahari tidak lagi menampakkan cahayanya. Semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Semua orang sibuk mempersiapkan event yang tinggal dua hari itu. Malam ini entah mengapa mataku terus memandangmu lekat. Aku menyukai mata itu, sejak pertemuan pertama kita. Malam ini seolah dewi fortuna sedang berpihak padaku. Malam ini kita keluar bersama...iya bersama. Kamu dan aku diatas motor yang sama, menembus gelapnya malam. Banyak celoteh yang kau lontarkan, sungguh berbeda dengan pertama kali kita bertemu. Malam ini kau begitu semangat menceritakan sebuah penangkapan paus di Pulai Lamalera. Sorot matamu entah mengapa berhasil meluluhkan hatiku. Jarum jam sudah berada diangka sebelas, sebentar lagi jam berhenti diangka dua b...

Right Here Waiting - Richard Marx

Oceans apart, day after day And I slowly go insane I hear your voice on the line But it doesn't stop the pain If I see you next to never But how can we say forever Wherever you go, whatever you do I will be right here waiting for you Whatever it takes or how my heart breaks I will be right here waiting for you I took for granted, all the times That I thought would last somehow I hear the laughter, I taste the tears But I can't get near you now Oh, can't you see it, baby You've got me goin' crazy I wonder how we can survive this romance But in the end if I'm with you I'll take the chance Waiting for you

Hari ini ...

Ini tentang cerita yang biasa saja tapi entah mengapa aku begitu mengingatnya dengan jelas. Tunggu dulu...ada yang istimewa dalam cerita ini yaitu K-A-M-U. Hari ini jam menunjukan pukul 23.54. Hari ini hari ke empat belas dibulan Oktober. Kau dan aku menyusuri jalan setapak, hembusan angin malam ini begitu menusuk tulangku. Di malam ini kau menyinari jalanku dengan sentermu, dimalam yang begitu hening. Kita berjalan dalam kesunyian tanpa ada sepatah kata yang kelua dari bibir kita, mungkin kau merasa canggung. Hari ini masih sama...hari ke empat belas dibulan Oktober. Hari ini matahari seolah malu menampakkan cahayanya, matahari hari ini tertutup awan gelap. Tak lama butiran air hujan mulai jatuh ke tanah, saat ini kita sedang bersiap untuk pulang. Hari ini masih sama...hari ke empat belas dibulan Oktober. Hari ini senja datang menghampiri begitu cepat, tak terasa. Hari ini kau mengajakku berbicara, begitu pelan ku dengar suaramu. Apa kamu merasa malu? Apa ka...