Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

setitik cahaya

Gambar
Mata itu seteduh senja Seteduh pertama kali ku lihat dulu Mata itu tak mampu ku pandang Selalu ada rona merah yang muncul di pipi ku setiap kali ku lihat mata itu Senyumanmu mampu menggetarkan relung hatiku Hati yang telah lama mati tersakiti Senyum itu layaknya mentari yang senantiasa menghangatkan Senyumanmu layaknya mangnet yang menarikku untuk ikut tersenyum Senyuman itu telah tersimpan manis dibenakku Tawa itu mampu mengalihkan setiap kesedihanku Tawa itu hilangkan lelahku Tawa itu bangkitkan semangatku Tawamu begitu hangat terdengar digendang telingaku Tawa itu layaknya jantung kehidupanku Hai kamu… Laki-laki yang mengisi hari-hariku , dapatkah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Perasaan hangat setiap kali aku dekat denganmu Perasan bahagia setiap kali aku bertemu denganmu Kamu layaknya setitik cahaya yang menandakan adanya kehidupan Kamu layaknya setitik cahaya yang menyinariku Kamu layaknya setitik cahaya yang memberi harapa...

Hei kamu...

Hei kamu... Apa kamu masih ingat aku? Aku kepingan hatimu yang kamu tinggalkan di ujung jalan Aku serpihan hatimu yang mungkin kini tak pernah lagi kau hiraukan Hei kamu... Aku merindukanmu... Merindukanmu seharusnya menyenangkan, mengapa harus aku yang tersakiti? Apa kamu tahu rindu ini begitu menyiksaku? Apa kamu tahu seberapa banyak air mata yang ku tahan saat aku merindukanmu? Bagaimana caranya agar kamu mengerti , aku selalu merindukanmu disini? Hei kamu... Aku ingin kamu selalu ada disampingku Aku tak ingin kamu disampingnya Menyakitkan setiap aku mengingat itu , tapi apa yang bisa aku lakukan? Hati ini terlalu sakit , tapi sesakit apapun hati ini hati ini selalu berlabuh di kamu Hei kamu... Tak perlu kamu melihatku , cukup kamu lihat hatiku Hati yang selalu tulus mencintai kamu Hati yang tak pernah lelah menyayangimu Hati yang tak pernah memaksamu untuk kembali kepadaku Hei kamu... Apa itu yang kamu inginkan selama ini? meninggalkanku begitu saja A...

Tuhan...

Tuhan... terlalu banyak air mata yang ku rasakan sampai saat ini Tuhan... rasanya hati ini pilu untuk mengakui sebuah kenyataan Tuhan... aku ingin terus bersamanya meski jarak memisahkan kami Tuhan... ingatkan dia untuk selalu menjaga hatinya untukku seperti aku yang selalu menjaga hatiku untuk dia Tuhan... jika dia ingin menggantikanku dengan yang lebih baik , ingatkan dia bagaimana aku selalu mencoba menjadi apa yang dia inginkan Tuhan... aku menyayanginya disetiap detik hidupku aku menyayanginya disetiap hembusan nafasku aku menyayanginya disetiap aliran darahku Tuhan... kuatkan aku jikalau nanti dia memilih hati yang lain Tuhan... biarkan dia tahu betapa sayangnya aku kepada dia Tuhan... biarkan aku bersama dia sampai waktu yang Engkau tentukan