setitik cahaya


Mata itu seteduh senja
Seteduh pertama kali ku lihat dulu
Mata itu tak mampu ku pandang
Selalu ada rona merah yang muncul di pipi ku setiap kali ku lihat mata itu

Senyumanmu mampu menggetarkan relung hatiku
Hati yang telah lama mati tersakiti
Senyum itu layaknya mentari yang senantiasa menghangatkan
Senyumanmu layaknya mangnet yang menarikku untuk ikut tersenyum
Senyuman itu telah tersimpan manis dibenakku

Tawa itu mampu mengalihkan setiap kesedihanku
Tawa itu hilangkan lelahku
Tawa itu bangkitkan semangatku
Tawamu begitu hangat terdengar digendang telingaku
Tawa itu layaknya jantung kehidupanku

Hai kamu…
Laki-laki yang mengisi hari-hariku , dapatkah kamu merasakan apa yang aku rasakan?
Perasaan hangat setiap kali aku dekat denganmu
Perasan bahagia setiap kali aku bertemu denganmu

Kamu layaknya setitik cahaya yang menandakan adanya kehidupan
Kamu layaknya setitik cahaya yang menyinariku
Kamu layaknya setitik cahaya yang memberi harapan kepada setiap orang yang ada disekitarmu
Kamu layaknya setitik cahaya yang membawa kedamaian disetiap hati manusia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baskara

Biar aku hangus sendiri

Pernah