Pernah
Kita menyalahartikan kedekatan kita
Kamu yang diliputi rasa bersalah, dan aku yang bertingkah salah
Ketakutan-ketakutan yang menyelimuti setiap malam datang dan menusuk tulang
Jika aku berkata bahwa aku tidak sanggup melangkah lebih jauh lagi, akankah kamu percaya?
Bagimu aku merupakan perempuan yang periang, bukan?
Yang terlalu sering menertawai hidup dan terlalu baik kepada dunia
Padahal banyak reruntuhan yang ada pada diriku
Si manusia kacau balau
Yang apik dan rapih menyembunyikan gemuruh dan badai dalam hatinya
Ironi, bukan?
Aku tak pernah menuntut agar segalanya menjadi seperti yang aku mau
Kelak nanti kita mungkin hanya sebatas pernah
Pernah saling menemukan
Pernah saling merasa nyaman
Pernah saling merasa bahagia
Hingga pernah saling merasa kehilangan
Aku ingin ikhlas menerima, semesta bagaimana?
Kita hanya dua orang yang sedang singgah karena tesesat
Layaknya pertemuan, Tuhan selalu bertanggung jawab terhadap perpisahan
Komentar
Posting Komentar