Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Perjalanan setiap kota

Denganmu, setiap perjalanan terasa singkat. Angin malam memeluk wajahku, lampu kota berpendar bagai bintang, Aku suka lampu-lampu malam di setiap sudut kota,  dan aku duduk manis di belakangmu, menyandarkan letih pada bahumu yang selalu terasa kokoh. Aku ingat, banyak tempat yang kau tunjukkan, banyak rasa yang kau kenalkan, hingga aku merasa dunia lebih luas ketika bersamamu. Sejak itu, aku terbiasa bergantung padamu bukan hanya pada arah jalan yang kau pilih, pada rasa aman yang kau beri, pada hangat sederhana yang diam-diam menjelma di ruang hati. Kini semua tinggal kenangan, tak bisa kuulang, namun tetap hidup dalam ingatan, Kelak nanti, mungkin kita akan tersenyum saat mengingat semua perjalanan itu. Bukan lagi dengan rasa perih kehilangan, tapi dengan syukur karena pernah ada waktu di mana dunia terasa indah,sederhana, dan cukup hanya dengan berdua.

Biar aku hangus sendiri

Tenang saja, aku cuma marah.  Aku marah bukan berarti aku benci, tapi karena aku berharap kamu mengerti Aku terbakar,  Tapi kau tidak memadamkannya,  Kau tak meredam dan kau menghindar,  Lalu kau sebut itu "menjaga kedamaian"  Aku marah, kau diam Bukan damai yang datang,  Tapi jarak yang akan tumbuh pelan-pelan Aku terbakar, kau mengabaikanku Bukan karena tak tahu, Tapi karena tak peduli perasaanku Asapku mengepul,  Kau malah menutup jendela,  Takut terganggu bukan takut kehilangan Kini aku tahu, Aku tak perlu menjelaskan marah,  pada seseorang yang bahkan tak peduli saat aku terluka Aku tak perlu menjelaskan marah, karena yang peduli tak butuh penjelasan dan yang tak peduli akan tetap mengabaikan, sejelas apapun aku bicara  Kini aku tahu,  Lukaku hanyalah bumbu drama yang bisa kau skip Diam mu adalah alasan,  Untuk lari dari tanggung jawab emosional  Jadi,  Jangan tanya kenapa aku dingin,  Dulu aku berapi, tapi ...