Daniel , kekasihku

"kita bakalan terus sama sama kan sampai kita punya cucu nanti ?" "tentu saja . aku pikir ini saatnya untuk kita untuk serius". Daniel menggengam tangan ku , aku merasa bahagia . Untuk pertama kalinya aku digenggam oleh laki laki yang aku sayang . Aku ingat betul saat aku mengenalnya . Pertemuan singkat dari sebuah social network . Aku mengenalnya terlebih dahulu dibanding mantannya yang terlebih dulu menyakitinya . Semua memori tentang Daniel berputar di otak ku . Aku ingat betul hari dimana dia menangis menelponku karna kekasihnya berselingkuh , entah mengapa aku menjadi marah kepada kekasihnya itu . Tapi di sisi lain , hatiku ingin menangis karena aku sudah mengorbankan perasaan ku untuk kekasihnya itu , ya aku mengalah . "harusnya aku dulu milih kamu ya sel , bukan dia" ucap Daniel lirih. "dalam hidup , ada masanya kita tidak bisa memilih Daniel" tukasku .

***

"Griselda , kenapa kamu melamun ?" suara berat Daniel memecah lamunanku . Ia sedari tadi melihatku melamun , aku merasa malu . Seseorang yang dulu ku ikhlaskan bersama orang lain kini dia menjadi kekasihku . "kamu makn dulu gih makanannya , ntar keburu dingin." ucapnya dengan penuh perhatian . Beruntungnya diriku bisa mempunyai seorang kekasih seperti dirinya .

***

Hari hari terlewati dengan canda tawa , tapi tidak untuk hari ini . Daniel marah padaku karena aku terlalu dekat dengan teman laki laki ku , Andros . Dia cemburu pada Andros , walaupun sudah ku jelaskan padanya kalau aku tak ada apa apa dengan Andros . Kedekatan ku dengan Andros berbuah petaka , padahal aku tahu kalo Andros menyukai gadis bernama Aulia . "dasar cewe murahan" "lo gak perndah sadar , gue bisa nyari yang lebih baik dari lo Griselda!" "lo tuh harusnya tau diri!" . Semua kata katanya membuatku sedih , bagaikan pisau yang menusuk tepat di hatiku . Saat itu juga aku dan Daniel putus .

***



sehari ... dua hari .. 3 hari..
Aku pikir aku sudah cukup kuat untuk bertemu dengan Daniel . "Dir , gue gak masuk sekolah hari ini . gue izin yaa" send to dira . Aku berangkat ke rumahnya sebelum matahari terbit , karena jarak antara rumahku dan rumahnya hampir memakan waktu 2jam . Hatiku gelisah dan takut , entah apa yang aku pikirkan saat ini .

***


Ketakutanku pun terbukti , aku tersasar di wilayah yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya . "neng , mau kemana ? ini udah sampai terminal" tegur supir angkutan umum itu kepadaku . "mau ke jembatan layang pak" ucapku takut takut karena aku tidak mengenali supir itu . "oh neng salah naik angkutan . yasudah ayo saya antarkan" balas supir anguktan itu . Aku pun diantarkan supir itu ke tempat tujuan ku .
Langit berubah jadi gelap, rintik hujan pun mulai membasahi bumi . Aku pun kehujanan , rasanya ingin menangis dibawah rintik hujan ini. hatiku mulai bimbang untuk bertemu dengan Daniel . Tapi ku bulatkan tekad untuk bertemu dengannya , akupun mengetik pesan singkat pada Daniel "temui aku di depan gang" . Tak berapa lama Daniel membalasnya "gue gak bisa . gue kuliah! kalo mau ketemu bilang dulu dong" . Aku mulai putus asa dengan ini semua , perlahan pandanganku menjadi gelap dan kaki ku melemas . "aku ingin pulang , aku udah gak kuat lagi" batinku . Aku pun meminta Kak Ochel untuk menjemputku karena aku tidak tahu jalan pulang , Kak Ochel pun menyanggupinya tapi aku harus menunggunya sekitar sejam karena dia ada tuga kuliah .

***

sejam pun berlalu....
belum ada tanda bahwa Kak Ochel akan menjemputku , aku mulai gelisah tak menentu . Tapi aku berusaha untuk menunggu lagi .

dua jam berlalu... tiga jam berlalu ... empat jam berlalu....
aku mulai putus asa dan aku mulai meminta Daniel untuk memberitahuku jalan pulang . "Daniel , aku mau pulang . tolong kasih tau aku angkutannya" "lo belum pulang ? naik bus aja yang ada di depan gang" "aku gak tau , terlalu banyak yang lewat" "lo ke stasiun aja , gue anterin pulang tapi tunggu gue 20  menit" aku pun mengiyakan nya . Aku berjalan kaki menuju stasiun , aku mulai putus asa dengan semua nya .

***

Daniel mengirimiku pesan singkat "aku disebrang stasiun" . Aku melihatnya di sebrang jalan , seorang laki laki yang membawa motor dibalut jaket merah . Dia tersenyum kepadaku , senyum yang mampu membuatku tenang dan bahagia . "ayo naik" ajak Daniel padaku . Kami pun berjalan dalam diam , tiba tiba suara Daniel memecah keheningan yang tadi terjadi "sama siapa kesini ? naik apa ?" . "sendiri , naik angkutan umum ." jawabku sekenanya . "kita kerumahku dulu yaah . baju sama rok kamu basah tuh: ucap Daniel . Sifat perhatian itu yang selalu aku suka dari dirinya . Mana mungkin aku bisa melepasnya setelah selama ini kami merajut cinta . "pegangan . ntar jatuh" kata Daniel membuyarkan lamunannku . Aku pun memegang pinggangnya , pipiku mungkin telah merah merona saat ini . Untung lah dia tidak melihatku dengan pipi semerah tomat ini . Hujan mengguyur kami berdua , aku menikmati saat saat ini . Tuhan aku ingin waktu tidak cepat berlalu , aku ingin lebih lama lagi bersamanya.

***

"kamu pakai baju aku dulu aja , baju kamu basah" tawar Daniel padaku . "gak usah , aku pake ini aja . ntar juga kering kok" tolakku halus pada Daniel . "kamu bandel sih , ngapain pake acara kesini ? mana sendirian lagi."cibir Daniel padaku . "bukan mau aku , tapi mau hati aku . hati aku yang nyeret aku sampai sini" jawabku dalam hati . "kita pulang kalo hujan udah reda yaah" "iyaa" . Kami pun diam dengan pikiran masing masing di kepala . "kita putus yah" ucap Daniel memecah leheningan yang terjadi sebelumnya. Darah dalam tubuhku mengalir begitu cepat , tubuhku membeku seketika . Aku berharap ucapan itu hanya mimpi untukku , tapi nyatanya ini bukan mimpi . "aku gak mau putus. akunya sayang kamu" ucapku lirih . "sifat kamu kayak gitu sih , buat aku emosi terus" "aku minta maaf . aku tau , aku cuma buat kamu emosi . tapi aku gak bisa buat kehilangan kamu . aku masih pegang janji setahun yang lalu" . "janji ? janji apa ?" tanya Daniel bingung . "Dulu waktu kamu nangis di telpon aku janji buat setia kalau nanti kamu jadi kekasihku . janji buat kamu tersenyum janji buat buktiin gak semua cewe kayak dia ."ucapku lirih menahan tangis . Daniel memelukku dengan erat dan penuh kehangatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baskara

Biar aku hangus sendiri

Pernah