aku sakit karena kamu

malam makin larut . hujan diluar membuat suasana bertambah dingin , pikiran ku pun berkecamuk . apa ini sebatas isapan jempol ? apa aku terbuai ucapan manisnya ? apakah aku terlena akan kasih sayangnya ? semudah itukah kau ucapkan sayang ?

"rin , kamu lagi apa dijendela ?" ucap Ibu yang langsung membuyarkan semua lamunan ku . "eh engga ko bu" aku mencoba untuk membuang semua firasat buruk ku tentang kekasih ku . "rina . kalo kamu punya masalah , cerita sama ibu dong" ibu mengelus rambutku dengan sayang . aku tidak bisa menceritakan ini pada ibu sekarang , lalu aku menjawab dengan cepat "rina gapapa ko bu" . Lalu ibu menatap ku dengan tatapan seperti ingin mencari tahu sebuah jawaban dari mulut putrinya "bener kamu gapapa ?" "rina gapapa ko bu" aku menjawab pertanyaan ibu dan menghindari tatapan matanya karna ku tahu jika ibu menatap mataku dia akan tahu semua yang kurasa . aku belum siap menceritakan ini semua , karna ku yakin aku dapat menyelesaikan nya sendiri . "yaudah kamu tidur yaa , besok kamu masih harus sekolah" ucap ibu sambil mengecup kening ku . "iya bu , selamat malam" perlahan ibu mulai meninggalkan kamarku . aku mencoba untuk terlelap tapi tak bisa , aku pun mengambil MP3 ku lalu memutar lagu my first love - nikka costa .

It's my first love . what I'm dreaming on . when I go to bed . when I lay my head upon my pillow . don't know what to do ~



pagi harinya disekolah .


"rinaaa" teriak suara dari belakangku . aku pun menoleh , chika teman sebangku ku berlari lari kecil untuk menghampiri ku . "apaa ?" jawabku datar . "udaah ngerjain PR fisika belum ?" tanyanya dengan ngos-ngosan . aku pun mengingat-ingat PR fisika , apakah aku sudah mengerjakan nya atau belum . " oh iya , belum . liaatt donngg chika " ucapku setengah berteriak . " hahaha , gua juga belum . liat punya rio aja yook . 15 menit lagi bel nih " . aku dan chika pun berlari menyusuri lorong sekolah untuk menyalin pr fisika yang belum kami kerjakan .
bel isthirat pun berbunyi , aku dan chika berjalan ke kantin .

"riin , gimana sama adit ?" ucap chika memecah keheningan . "hah ? gimana apa nya ?" jawabku pura pura tidak tau . "gausah pura pura bego deh . biasanya kan lo bawel banget kalo udah nyeritain adit ke gua , nah sekarang ? lo ga cerita apa pun . lo kenapa sama dia rin ?" ucapan chika benar , aku selalu bercerita tentang adit kepadanya dengan panjang lebar tapi sekarang rasanya aku malas membahas dia . "rin , ko lo diem ? ada masalah ?" ucapan chika membuyarkan lamunan ku . "hah ? sepertinya engga chik" ucapku asal . "sepertinya ?" chika menggantungkan ucapan ku yang tadi aku ucapkan . "udahlah gausah dibahas , kita makan aja dulu" aku berusaha mengalihkan pembicaraan .


bayang bayang perempuan itu mengusik pikiran ku , siapa dia sebenarnya ? apa hubungan dia dengan adit ? teman ? tapi tak mungkin semesra itu . kakak ? dia tidak punya kakak perempuan . aaah SHIT . aku terlalu cemburu padanya , tapi aku tak salah kan cemburu padanya toh dia pacarku dan aku sangat menyayanginya .


"rin , ko ngelamun sih ?" ucap rio sambil menepuk pundak ku . "hah ? engga ko" ucapku kagok . "engga salah lagi yaa , hahaha" cerocos rio . "ih apaan sih , lo ngapain disini " ucapku jutek pada rio yang masih tertawa . "oh oke , maaf maaf . jangan jutek gitu dong" rio pun berhenti tertawa . "yaudah iya , ada apa lo nyamperin gua ?" aku pun memandang rio . "gua mau ngajak lo nyari novel" ucap rio to the point . "sekarang ?" tanyaku lagi . Rio pun menjawab dengan santai "iyaa , kalo ga bisa gua ga maksa ko" . "eh engga ko , gua bisa . yuk berangkat skarang aja . "


aku dan rio pun tiba di Toko Buku , rio pun segera mencari novel dan aku berkeliling di deretan komik . 20 menit kemudian Rio kembali dengan menggenggam sebuah novel . "novel apa itu ?" ucapku sambil menunjuk novel yang digenggam nya . "oh ini novel totochan . tau ga ?"tanya nya padaku . "engga . emang tentang apa ?" aku mulai tertarik dengan judulnya . " ini tentang gadis cilik periang hanya memiliki keingin tahuan yang besar sehingga membuat ulah dah terpaksa pindah sekolah" ucap rio dengan santai . "wow sepertinya bagus,kamu tau ini novel darimana ?" aku mulai bertanya tanya pada rio dan kami mulai terlibat obrolan hangat sampai keluar dari toko buku .


"satrioo" teriak suara dari belakang kami , rio dan aku pun menoleh ke belakang . DEG . aku melihat perempuan yang ada di handphone adit beberapa hari yang lalu dan aku melihat adit disamping perempuan itu . adit sangat terkejut sama dengan ku , perlahan tapi pasti mereka mendekati aku dan rio .

"satrio apa kabar ?" ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya . "baik ko . lo gmana ?" jawab rio pada perempuan itu . perempuan itu melirik ku dan berkata " rio , ini pacar lo ?" rio memandang ku dan mejawab "haha bukan , just friend" Ku lihat adit tampak gugup , bisa ku duga bahwa dia sedang bersama kekasih barunya . "ini cowo lo?"tanya rio pada perempuan itu . "eh iya , kenalin ini adit pacar gua" jawab perempuan itu dengan santai . aku coba buat bertahan agar tidak emosi . aku menatap perempuan itu dengan tatapan sinis . "tiara kenalin juga ini teman sekelas gua , rina "ucap rio pada perempuan yang baru ku ketahui bernama tiara itu . "tiara" ucap tiara sambil mengulurkan tangan nya . "rinaa" ucapku tak memedulikan uluran tangan nya , adit melihat sikap acuhku pada perempuan itu dengan heran . di dalam pikiran ku sekarang bagaimana caranya putusin adit . "rio , kayanya gua pulang duluan aja yah takut kemaleman " ucap ku sambil melihat jam . "eh gua anter aja yaa , gua duluan ya tiara . bye" rio dan aku pun berjalan meninggalkan si pengkhianat dan pacar barunya .


bila memang berakhir akhirilah saja . bila memang kau pergi lupakanlah aku . bila memang berakhir akhirilah semua . lupakanlah saja aku , diriku tahu engkau bertahan agar ku tak kecewa . mengapa kau harus berdusta ?


aku termenung dikamarku , sakit melihat adit dengan perempuan itu . cukup sudah , tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memutuskan nya .

ku tahu kamu bosan, ku tahu kamu jenuh . ku tahu kamu tak tahan lagi . ini semua salahku, ini semua sebabku , ku tahu kamu tak tahan lagi


lagu takut - vierra mengantarkan ku ke alam mimpi untuk melupakan sejenak pertemuan ku dengan tiara dan adit di toko buku tadi .


"dit , mungkin sekarang kamu udah bahagia sama perempuan lain dan itu bukan aku . mungkin aku ga seperfect dia dan aku ga bisa jadi yang terbaik buat kamu . maaf" ucapku pada adit di bangku taman . "rin , maaf aku ga jujur sama kamu . aku tau kamu sakit hati" ucap adit dengan penuh penyesalan . "udah telat dit maafnya , aku terlanjur sakit . jaga tiara baik baik ya . jangan pernah duain dia kaya kamu ngelakuin ini ke aku . mulai sekarang kita putus"ucapku sambil berjalan meninggalkan adit . "rin , aku minta maaf banget . aku bakal jagain tiara ." ucap adit setengah berteriak . "memaafkan bukan berarti melupakan adit" ucapku tanpa menoleh sedikit pun padanya .


cinta ngga bisa dilarang. cinta juga ngga bisa dipaksakan . cinta itu ibarat pasir. jika kita genggam dengan erat maka iya akan tumpah dan hilang, tapi jika kita genggam dengan perlahan makan pasir itu akan tetap utuh

aku pun mulai mengirim sms pada chika
"chik , gue putus sama adit"
beberap menit kemudian chika membalasnya "hah ? kok bisa sih ? cerita dong sama gue" akupun membalasnya "yaa bisalah haha . udah besok diskolah gua ceritain yaa" Chika pun membalas cepat "oke . up to you sob :)"


semua kata yang kau ucap hanya manis di telinga bahwa aku yang terbaik untukmu . secepat itu berubah kau pergi begitu saja .


oke saatnya menata hidup baru rin , jangan inget kejadian itu lagi . hari esok pasti akan lebih baik , ucapku menyemangati diriku sendiri . tapi ku rasa percuma , sakitnya begitu terasa sampai ulu hati . tak pernah menduga kalau cinta menyakiti hinga sedalam ini .

tanpa luka, cinta bukanlah cinta. dengan cinta, luka bukanlah luka. sakit hati tidak akan pernah berhenti berakhir disaat ketidakcocokan itu masih dipertahankan !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baskara

Biar aku hangus sendiri

Pernah