tangisku pecah bersama hujan yang turun semakin deras
ada emosi yang tak sanggup terucap . ada tangis yang tak mampu pecah . aku berharap seseorang mengerti hatiku . entahlah sudah seberapa sakit yang kutanam dihati dan kini tlah berbuah sakit yang lain . entahlah sudah seberapa banyak butiran butiran airmata yang terjatuh dan tak sanggup kutahan . entahlah sudah seberapa sabar yang aku paksakan untuk tidak mengumpat kata kata kasar .
aku selalu mencoba tegar tapi untuk saat ini aku sudah tak setegar karang ditengah deburan ombak . aku rapuh bagaikan dedaunan yg mulai gugur . hujan rintik rintik mulai turun membasahi kota ku , sama seperti air mataku yang mulai turun membasahi kedua pipiku . lidahku kelu , ingin rasanya aku menangis meraung raung tapi apa daya aku tak sanggup . saat ini mungkin kamu tersenyum ceria dengan indahnya hari yang kamu rasakan , aku pun juga tersenyum tapi tidak senyum ceria melainkan senyuman miris yang kurasakan .
aku ingin meluapkan emosiku tp aku tidak mampu melakukannya , aku hanya mampu menangis . tanda aku tak sanggup menahan beban itu . aku lebih baik tidak mengetahui apa yang kamu lakukan apabila itu hanya membuatku merasa iri dan sakit . jangan tanyakan mengapa aku seperti ini ! coba tanyakan pada hati kecilmu mengapa aku seperti ini , mungkin kamu akan menemukan jawaban itu dihati kecilmu .
Di keheningan malam tangisku pecah bersama hujan yang turun semakin deras . maaf aku seperti ini , aku bukanlah perempuan hebat seperti ibumu . aku hanya perempuan kecil yang lemah dan banyak omong . tak mengapa aku seperti ini , aku hanya butuh waktu untuk menata perasaanku dan menghapus butiran butiran air mata ini
aku selalu mencoba tegar tapi untuk saat ini aku sudah tak setegar karang ditengah deburan ombak . aku rapuh bagaikan dedaunan yg mulai gugur . hujan rintik rintik mulai turun membasahi kota ku , sama seperti air mataku yang mulai turun membasahi kedua pipiku . lidahku kelu , ingin rasanya aku menangis meraung raung tapi apa daya aku tak sanggup . saat ini mungkin kamu tersenyum ceria dengan indahnya hari yang kamu rasakan , aku pun juga tersenyum tapi tidak senyum ceria melainkan senyuman miris yang kurasakan .
aku ingin meluapkan emosiku tp aku tidak mampu melakukannya , aku hanya mampu menangis . tanda aku tak sanggup menahan beban itu . aku lebih baik tidak mengetahui apa yang kamu lakukan apabila itu hanya membuatku merasa iri dan sakit . jangan tanyakan mengapa aku seperti ini ! coba tanyakan pada hati kecilmu mengapa aku seperti ini , mungkin kamu akan menemukan jawaban itu dihati kecilmu .
Di keheningan malam tangisku pecah bersama hujan yang turun semakin deras . maaf aku seperti ini , aku bukanlah perempuan hebat seperti ibumu . aku hanya perempuan kecil yang lemah dan banyak omong . tak mengapa aku seperti ini , aku hanya butuh waktu untuk menata perasaanku dan menghapus butiran butiran air mata ini

Komentar
Posting Komentar