Love letter untuk kamu.
Segaris senyuman terlukis dibibirku , terlintas kenangan.
Kenangan masa silam yang hadir dalam keheningan malam.
Aku selalu berharap semua rentetan kenangan di masa silam itu terus terputar layaknya sebuah kaset , yang diputar terus menerus.
Aku teringat Oktober tahun lalu , ketika aku menyukaimu . Semua kenangan itu dimulai dari sini.
Masih ku ingat...
Hari dimana aku berbagi simplisia denganmu untuk mempermudahmu dalam belajar. Apa kamu ingat ? Ketika aku membantumu mengulang simplisa dan aku yang menyusun semua simplisia itu ? Entahlah aku tidak mengerti apa tujuanku melakukan itu semua.
Masih ku ingat...
Kenangan masa silam yang hadir dalam keheningan malam.
Aku selalu berharap semua rentetan kenangan di masa silam itu terus terputar layaknya sebuah kaset , yang diputar terus menerus.
Aku teringat Oktober tahun lalu , ketika aku menyukaimu . Semua kenangan itu dimulai dari sini.
***
Masih ku ingat...
Hal bodoh yang kamu lakukan ketika kamu tahu bisnisku ditutup . Aku masih mengingatnya sangat jelas , karna aku cukup terhibur kala itu dengan lelucon mu untuk mengembalikan bisnisku . Berlebihan? Tidak . Aku tidak merasa itu berlebihan .
Masih ku ingat...
Tugas kelompok Ilmu Resep sewaktu dulu . Ketika kami semua sibuk , kamu meminjam handphoneku untuk menelpon seseorang disana. Kamu tertawa , sedangkan lidahku kelu. Kamu merasa bahagia , sedangkan aku merasa pilu,
Masih ku ingat...
Hari dimana aku berbagi simplisia denganmu untuk mempermudahmu dalam belajar. Apa kamu ingat ? Ketika aku membantumu mengulang simplisa dan aku yang menyusun semua simplisia itu ? Entahlah aku tidak mengerti apa tujuanku melakukan itu semua.
Masih ku ingat...
Hari dimana kamu selalu mengirimiku pesan singkat setiap pagi hanya untuk memastikan guru belum memasuki ruangan , sejujurnya aku muak tapi apa boleh buat .
Masih ku ingat...
Ketika kamu berceloteh tentang dia setiap hari , setiap waktu . Aku selalu setia mendegarkanmu , menghiburmu , dan tak jarang aku membantumu untuk dekat dengannya. Tak apa aku tidak bahagia , setidaknya aku dapat melihatmu bahagia. "Setidaknya perasaan ini belum terlalu dalam , sehingga mungkin mudah untuk dihapuskan" ucapku dalam hati.
Masih ku ingat...
Ketika kita terjebak hujan dan kamu menepikan motormu dipelataran toko itu. Kita berteduh , namun kita sibuk dengan gadget masing masing . Kemudian aku meminta untuk kembali meneruskan perjalanan walaupun hujan masih turun sore ituu . Aku ingat kamu meminjamkan handuk biru untuk menutupi kepalaku , apa kamu tahu perasaanku saat itu?☺
Masih ku ingat...
Setiap rentetan kejadian ketika mereka menyuruhku mengakui perasaanku kepadamu , hal bodoh bukan? Saat itu aku lari keluar tanpa alas kaki dan ingin menghentikan laju angkutan umum yang lewat . Memalukan? Terserah mereka bilang apa. Lebih baik menahan malu , daripada menahan sakit jika aku mendengar jawaban atas pernyataan tersebut . Apa kamu ingat? Kamu juga mengejarku dengan sepeda motormu , kita menjadi tontonan sang supir angkutan umum itu.
Masih ku ingat...
Caramu mengacak-acak rambutku , mencubitku , hingga pukulan-pukulan yang sering kita lakukan . Sakit? Tidak , aku tidak merasa sakit . Aku lebih sakit melihat dia yang menarik ulurmu layaknya sebuah layangan. Aku juga masih mengingat ketika aku sakit sewaktu jam pelajaran , kamu membawakanku minyak angin dan makanan. Dan pada akhirnya kamu yang memakan makanan itu . -___-
Masih ingat bulan-bulan terakhir ketika kita mau mengikuti ujian praktek?
Masih ku ingat hari-hari yang aku habiskan untuk menunggumu mengulang setiap latihan itu . Tak jarang kita pulang malam , dan tentu saja aku merepotkanmu dengan mengantarku pulang padahal arah rumah kita bertolak belakang dan sangat jauh jaraknya.
Masih ku ingat...
Hari dimana aku memutuskan untuk membencimu . Hari dimana aku mengacuhkan semua pesan singkatmu dan telponmu . Hari dimana aku memutuskan untuk berhenti peduli kepadamu . Hari dimana aku mengetahui semuanya...kenyataan yang seharusnya aku ketahui diawal bukan diakhir! Pilu , kelu , ngilu semua menjadi satu . Semenjak itu aku mendirikan dinding es diantara kita , dingin . Seperti sikapku yang kutunjukkan kepadamu. Hingga akhirnya semua diakhiri dengan ucapan "aku cuma sayang sama kamu" dan kecupan darimu. Entahlah , rasanya lebih baik . Aku hanya membutuhkan seseorang yang mampu menenangkanku.
Masih ingat perjalanan-perjalanan seru kita?
Ketika kita menghabiskan libur ke Dufan hingga malam hari , sedangkan keesokannya aku sudah berangkat ke Medan.
Ketika kita menghabiskan setiap perjalanan kita di jalan-jalan itu hanya untuk sekedar nonton , makan , dll.
Ketika kita hampir tertabrak truk tronton , aku pikir kita akan benar-benar tertabrak.
Aku bawel dalam mengingatkanmu untuk tidak melajukan sepeda motor mu dengan kecepatan tinggi dan disetiap tikungan yang kita lalui.
Masih kamu ingat? Satu hari sebelum kita dilantik , kita hampir dua kali tabrakan?
Masih kamu ingat kebiasaanku , yang selalu malas untuk makan?
Apa yang kamu lakukan sewaktu dulu? Ingat? Ya , membawakanku bekal untuk aku lahap . Memalukan? Iya! The first time nyaaa ya dibawain makanan sama cowok! Dimana-mana yang bawain cewek . -___- Sebagai cewek gue merasa gagal :|
Kamu...masih aku ingat.
Kamu selalu ada.
You're my wonderful partner in the world.
Banyak hal lain yang tentunya masih dan akan selalu aku ingat.
Tapi hanya satu hal yang aku ingin kamu ingat , dan selalu ingat
Aku mencintaimu
Tertanda
Aku , yang masih mengingat semua tentang kamu.
Masih ku ingat...
Ketika kita terjebak hujan dan kamu menepikan motormu dipelataran toko itu. Kita berteduh , namun kita sibuk dengan gadget masing masing . Kemudian aku meminta untuk kembali meneruskan perjalanan walaupun hujan masih turun sore ituu . Aku ingat kamu meminjamkan handuk biru untuk menutupi kepalaku , apa kamu tahu perasaanku saat itu?☺
Masih ku ingat...
Setiap rentetan kejadian ketika mereka menyuruhku mengakui perasaanku kepadamu , hal bodoh bukan? Saat itu aku lari keluar tanpa alas kaki dan ingin menghentikan laju angkutan umum yang lewat . Memalukan? Terserah mereka bilang apa. Lebih baik menahan malu , daripada menahan sakit jika aku mendengar jawaban atas pernyataan tersebut . Apa kamu ingat? Kamu juga mengejarku dengan sepeda motormu , kita menjadi tontonan sang supir angkutan umum itu.
Masih ku ingat...
Caramu mengacak-acak rambutku , mencubitku , hingga pukulan-pukulan yang sering kita lakukan . Sakit? Tidak , aku tidak merasa sakit . Aku lebih sakit melihat dia yang menarik ulurmu layaknya sebuah layangan. Aku juga masih mengingat ketika aku sakit sewaktu jam pelajaran , kamu membawakanku minyak angin dan makanan. Dan pada akhirnya kamu yang memakan makanan itu . -___-
Masih ingat bulan-bulan terakhir ketika kita mau mengikuti ujian praktek?
Masih ku ingat hari-hari yang aku habiskan untuk menunggumu mengulang setiap latihan itu . Tak jarang kita pulang malam , dan tentu saja aku merepotkanmu dengan mengantarku pulang padahal arah rumah kita bertolak belakang dan sangat jauh jaraknya.
Masih ku ingat...
Hari dimana aku memutuskan untuk membencimu . Hari dimana aku mengacuhkan semua pesan singkatmu dan telponmu . Hari dimana aku memutuskan untuk berhenti peduli kepadamu . Hari dimana aku mengetahui semuanya...kenyataan yang seharusnya aku ketahui diawal bukan diakhir! Pilu , kelu , ngilu semua menjadi satu . Semenjak itu aku mendirikan dinding es diantara kita , dingin . Seperti sikapku yang kutunjukkan kepadamu. Hingga akhirnya semua diakhiri dengan ucapan "aku cuma sayang sama kamu" dan kecupan darimu. Entahlah , rasanya lebih baik . Aku hanya membutuhkan seseorang yang mampu menenangkanku.
Masih ingat perjalanan-perjalanan seru kita?
Ketika kita menghabiskan libur ke Dufan hingga malam hari , sedangkan keesokannya aku sudah berangkat ke Medan.
Ketika kita menghabiskan setiap perjalanan kita di jalan-jalan itu hanya untuk sekedar nonton , makan , dll.
Ketika kita hampir tertabrak truk tronton , aku pikir kita akan benar-benar tertabrak.
Aku bawel dalam mengingatkanmu untuk tidak melajukan sepeda motor mu dengan kecepatan tinggi dan disetiap tikungan yang kita lalui.
Masih kamu ingat? Satu hari sebelum kita dilantik , kita hampir dua kali tabrakan?
Masih kamu ingat kebiasaanku , yang selalu malas untuk makan?
Apa yang kamu lakukan sewaktu dulu? Ingat? Ya , membawakanku bekal untuk aku lahap . Memalukan? Iya! The first time nyaaa ya dibawain makanan sama cowok! Dimana-mana yang bawain cewek . -___- Sebagai cewek gue merasa gagal :|
Kamu...masih aku ingat.
Kamu selalu ada.
You're my wonderful partner in the world.
Banyak hal lain yang tentunya masih dan akan selalu aku ingat.
Tapi hanya satu hal yang aku ingin kamu ingat , dan selalu ingat
Aku mencintaimu
Tertanda
Aku , yang masih mengingat semua tentang kamu.
Komentar
Posting Komentar