Hari bersamamu
Malam ini aku duduk bersandar pada kursi kayu yang terasa dingin ,
sembari memandang langit yang begitu indah .
Tapi entah mengapa langit malam ini tak seindah waktu kita bersama.
Bukankah kita pernah bersandar pada kursi kayu yang sama sebulan yang lalu?
Bersama-sama membunuh dinginnya kota kembang saat itu .
Bersama-sama membunuh sepi yang tercipta di dini hari itu .
Malam ini udara terasa dingin akibat hujan yang mengguyur kotaku tadi sore
Aku merapatkan jaketku dan mulai menyeruput coklat panasku
Kamu ingat? Saat kita bersama-sama berjalan menyusuri kota kembang malam itu?
Bersama-sama membunuh sunyi dengan obrolan kecil kita pada saat itu.
Saat itu kita hanya berjalan dalam gelap , menikmati dinginnya malam.
Saat itu aku mengaitkan jemariku kedalam jemarimu , seolah aku akan menemukan kehangatan dalam setiap jemarimu.
Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari tapi kita masih belum terlelap.
Bersama-sama kita masih menikmati hangatnya segelas pop mie untuk mengganjal perut.
Kamu ingat? Saat kamu memberikan jaketmu dan menyuruhku untuk merapatkannya karena udara semakin dingin.
Aku merasa hangat , bukan hanya sekujur tubuhku tapi juga hatiku.
Bukankah sedini itu kita masih mampu berceloteh riang sampai kamu jatuh tertidur?
Hari itu milik kita .
Hari yang tidak akan pernah terlupakan.
Hari yang akan terus melekat dalam hati dan pikiranku.
Hari bersamamu...
Komentar
Posting Komentar