surat untuk theodore
Hai Theodore...
apa kabarmu? mungkin kamu sudah bahagia bersama dia tapi tidak denganku , theo. Apa kamu masih igat aku , theo? Aku yang menemanimu selama 2tahun terakhir ini , sampai akhirnya kamu memilih dia . Hai theodoreku yang gembul , apa kamu tahu? sampai saat ini rasa sayang ini masih sama . Apa kamu tahu ? Aku sakit .. tapi kamu tak sedikitpun memedulikan sakitku. Aku tak pernah mampu mengatakan kepadamu kalau aku sakit , lidahku kelu . Saat aku menulis ini , aku sedang terbaring . Lemah dan rapuh , theo .
Hai Theodore...
aku ingat semua kata-kata mu saat malam terakhir pertemuan kita . tatapan matamu yang selalu menusuk kebola mataku dan mampu membuat rona merah dikedua pipiku . aku ingat kata-katamu malam itu theo , kata-kata yang menyakiti meski tak secara langsung .walau hanya sesaat , pertemuan itu sakit itu terus terasa theo . itu alasanku mengapa aku berubah , ya karena sakitku . aku belum mampu mengendalikan perasaan ini , theo . hati ini tak pernah meragukanmu , Theo . kenapa aku harus aku yang menjaga perasaannya theo? kapan kamu mau menjaga perasaanku? aku tahu aku bukan siapa-siapa untuk kamu.
Theodore..
aku tahu kamu sudah milik orang lain , tapi hati ini tak bisa memungkiri bahwa aku masih menyayangimu . aku rindu kamu , theo . aku rindu ingin bertemu kembali denganmu tapi hati ini masih luka .
Hai theodore . kamu boleh saja tak melihatku dan menganggapku tak kasat mata . Tapi aku mohon tolong kamu lihat hatiku , hati yang tulus mencintaimu hati yang tak lelah menantimu
yang masih mencintaimu
Eleanor
apa kabarmu? mungkin kamu sudah bahagia bersama dia tapi tidak denganku , theo. Apa kamu masih igat aku , theo? Aku yang menemanimu selama 2tahun terakhir ini , sampai akhirnya kamu memilih dia . Hai theodoreku yang gembul , apa kamu tahu? sampai saat ini rasa sayang ini masih sama . Apa kamu tahu ? Aku sakit .. tapi kamu tak sedikitpun memedulikan sakitku. Aku tak pernah mampu mengatakan kepadamu kalau aku sakit , lidahku kelu . Saat aku menulis ini , aku sedang terbaring . Lemah dan rapuh , theo .
Hai Theodore...
aku ingat semua kata-kata mu saat malam terakhir pertemuan kita . tatapan matamu yang selalu menusuk kebola mataku dan mampu membuat rona merah dikedua pipiku . aku ingat kata-katamu malam itu theo , kata-kata yang menyakiti meski tak secara langsung .walau hanya sesaat , pertemuan itu sakit itu terus terasa theo . itu alasanku mengapa aku berubah , ya karena sakitku . aku belum mampu mengendalikan perasaan ini , theo . hati ini tak pernah meragukanmu , Theo . kenapa aku harus aku yang menjaga perasaannya theo? kapan kamu mau menjaga perasaanku? aku tahu aku bukan siapa-siapa untuk kamu.
Theodore..
aku tahu kamu sudah milik orang lain , tapi hati ini tak bisa memungkiri bahwa aku masih menyayangimu . aku rindu kamu , theo . aku rindu ingin bertemu kembali denganmu tapi hati ini masih luka .
Hai theodore . kamu boleh saja tak melihatku dan menganggapku tak kasat mata . Tapi aku mohon tolong kamu lihat hatiku , hati yang tulus mencintaimu hati yang tak lelah menantimu
yang masih mencintaimu
Eleanor
Komentar
Posting Komentar