Selamat mengulang dua puluh delapan yang kedua kalinya, sayang. Mungkin, suatu saat nanti kelak kamu akan bosan melihatku. Mungkin, suatu saat nanti kelak kamu akan lelah menghadapiku. Mungkin, jalan didepan yang akan kita lalui belum terlihat jelas seberapa beratnya. Tapi kuharap tetap selalu ada kita disuatu saat nanti. Maaf bila terkadang aku memalingkan pandangan pada sekitar. Tapi perlu kamu ketahui sayang, bahwa itu hanya untuk mengeliminasi debar. Dan kepada kamu, sayang. Pada sepasang telapak tangan milikmu, aku titipkan duniaku. Dan semoga cinta kita tak seperti segitiga bentuknya, yang menyelipkan sudut baru untuk dibagi cintanya. Terima kasih untuk hati yang sedang bahagia atas rasa teristimewa yang Tuhan titipkan kepadaku melalui kamu. Kini biar Tuhan yang menentukan cerita dan kita yang menjaga 'kita'. Tertanda, Perempuanmu.
Perihal mencintai... Sebelumnya aku harus tau luka apa yang akan aku dapati saat mulai menjatuhkan hati. Aku tidak takut perihal luka yang kamu goreskan ditanganku seperti beberapa waktu silam. Aku hanya takut perihal luka yang kamu goreskan dihati. Aku ingin bicara... Ah mungkin lebih tepatnya bukan berbicara, melainkan mengutarakan. Perihal tingkahmu padaku. Jangan tanamkan luka padaku. Perihal cinta dan luka... Bukankah ketika ada cinta situ ada luka? Perihal bahagia dan kecewa... Bukankah ketika ada bahagia disana terselip kekecewaan? Semestinya aku memahaminya dan menjadi biasa. Membiasakan diri terluka...dan kecewa. May 2016
seandainya dapat melukiskan .. isi hatiku untukmu ,, seandainya kau pun harus tau .. lelah hatiku bila kau jauh namun pendam rasa ,, ku hanya ingin kau bahagia .. jalani yang kau pilih jangan risaukan aku percayalah kasih ,, cinta tak harus memiliki .. walau kau dengannya ,, namun ku yakin hatimu untukku percayalah kasih .. cinta tak harus memiliki walau kau coba lupakan aku tapi ku kan slalu ada untukmu seharusnya kau pun menyadari resah hatiku bila kau dengannya seharusnya aku pun tak berharap miliki dirimu seutuhnya namun ku pendam rasa ku hanya ingin kau bahagia jalani yang kau pilih jangan risaukan aku
Komentar
Posting Komentar