Postingan

2017

Tahun baru, cerita baru. Semoga di tahun ini lebih banyak suka dibanding duka seperti di tahun 2016. Kelak di tahun baru ini, tidak lagi melihat hal hal yang lalu. Sibuk menggunjingkan yang lalu dan mempermasalahkannya. Karena hidupmu, bukan untuk hal yang sudah berlalu. Karena hidupmu, lebih layak untuk menatap dan menyusun cerita baru. Good bye 2016, Welcome 2017 :)

Percuma

Tidak semua orang benar-benar mampu memahami kamu Tidak semua orang benar-benar mengerti apa mau mu Tidak semua orang bisa melihat kedalam matamu Percuma mengungkapkan apa yang kamu rasa, jika tidak ada satu orangpun yang mengerti. Karena terkadang mereka semua mendengar tapi tidak mampu untuk memahami. Percuma bukan? U deserve to be happy. Take a deep breath. Keep calm, my soul.

Kamu, aku, dan impian kita.

Aku membiarkanmu masuk kedalam hidupku, menyentuh relung hati yang sudah lama tidak tersentuh. Aku membiarkanmu  tenggelam dalam rahasia dan impianku.. Dan aku membiarkan kamu menceritakan apa saja rahasia dan impianmu. Aku mendengarkanmu dalam diam dan mengamini segala impianmu. Aku ingin kamu pergi ke kota impianmu bersamaku. Kelak impian itu nanti akan terwujud bersamaku. Aku ingin ada aku diantara semua impianmu. Dan semoga disetiap impianku yang terwujud kelak, selalu ada kamu disampingku.
Karena tidak semua hal harus diungkapkan. Bersyukurlah karena kamu punya seseorang yang mengerti lelahmu tanpa harus kamu ungkapkan. Bersyukurlah karena kamu punya seseorang yang mengerti mood burukmu tanpa harus bertanya "kenapa?". Bersyukurlah karena kamu punya seseorang yang tidak menyerah hanya karena lelah dan mood burukmu. Karena hubungan kita lebih dari sekedar itu.

Jika berdua

Jika berdua kita bisa bahagia seperti ini, maka sendiri tak akan semenyenangkan ini. Jika berdua ternyata rasanya seperti ini, kenapa baru sekarang? Rasanya tidak terduga akan selama dan semenyenangkan ini. Jika berdua denganmu, rasanya seluruh semestaku ikut terbawa gegap gempita.
Terlalu banyak analogi. Terlalu banyak kekhawatiran. Terlalu banyak pertanyaan tanpa diakhiri jawaban sampai akhirnya terlupakan. Ah namanya juga perempuan... Menyimpan dan terus menyimpan demi kenyamanan sebuah hati. Karena acuh dan tak acuh mungkin lebih baik. Karena terkadang perempuan telalu lelah untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Perihal cinta,luka, dan kecewa.

Perihal mencintai... Sebelumnya aku harus tau luka apa yang akan aku dapati saat mulai menjatuhkan hati. Aku tidak takut perihal luka yang kamu goreskan ditanganku seperti beberapa waktu silam. Aku hanya takut perihal luka yang kamu goreskan dihati. Aku ingin bicara... Ah mungkin lebih tepatnya bukan berbicara, melainkan mengutarakan. Perihal tingkahmu padaku. Jangan tanamkan luka padaku. Perihal cinta dan luka... Bukankah ketika ada cinta situ ada luka? Perihal bahagia dan kecewa... Bukankah ketika ada bahagia disana terselip kekecewaan? Semestinya aku memahaminya dan menjadi biasa. Membiasakan diri terluka...dan kecewa. May 2016