Manusia biasa
Sebagian orang terbiasa menahan tangisan
Dipaksa tegar oleh keadaan
Sedikitpun tidak boleh lengah dan lemah
Padahal...hatinya sudah hancur berantakan
Tidak ada lagi dinding dinding pertahanan
Tidak lagi mempunyai kekuatan untuk sekedar bertahan
Orang-orang tidak bisa melihat wajahnya yang babak belur
Babak belur oleh air mata yang sudah tidak terbendung
Melapisi setiap kesedihan, emosi, dan amarah dalam kalimat-kalimat baik nan manis
Jauh dari sebuah umpatan dan makian
Selalu diam saat semua amarahmu meledak
Bukan berarti cukup kuat untuk menjadi tameng
Dan menahan setiap peluru amarahmu yang selalu kau lepaskan kepadaku
Komentar
Posting Komentar