Postingan

Terima kasih

Terima kasih... Karena sudah menyayangiku. Karena sudah menerimaku apa adanya. Karena kamu sempat mempercayakan hatimu kepadaku. Terima kasih... Untuk setiap waktu yang kamu sediakan untukku. Untuk setiap pundak yang kamu berikan ketika aku merasa lelah. Untuk setiap pelukan yang mampu menenangkan hatiku. Untuk setiap kecupan dikening, dipipi. Untuk hari-hari yang menyenangkan yang telah kita lewati bersama. Untuk setiap khayalan untuk masa depan yang sering kita ciptakan. Untuk setiap canda tawa yang mewarnai hariku. Untuk setiap kemesraan yang kamu ciptakan. Untuk setiap kesabaranmu menghadapiku. Terima kasih... Sudah mengirimiku pesan "selamat pagi" ketika aku terbangun dipagi hari. Sudah mengingatkanku untuk tidak lupa makan. Sudah mengenalkanku pada dunia baru yang belum pernah aku sentuh. Terima kasih sudah berusaha menjadi yang terbaik untukku. Kamu mungkin belum menjadi yang terbaik untukku tapi kamu hanya ada satu. Dan aku hanya mau kamu yang s...

Setahun yang lalu

Di antara hujan yang semakin deras, kulihat segalanya terlalu indah. Dulu, pernah aku tertawa habiskan momen-momen bahagia bersamamu. Kita suka membuang waktu untuk sekedar bercanda, bercerita, dan mengumbar kata mesra berdua. Kita suka saling mengejek dan mencela. Kita juga suka saling menggoda dan manja. Setahun yang lalu, kita masih berusaha belajar untuk lebih dewasa dan saling memahami. Tapi sekarang? Dengan kata kasarku, dengan perlakuan tidak sopanku. Aku membiarkanmu terpuruk dan terluka menyadari bahwa aku tidak sebaik saat pertama kita jumpa. Membiarkanmu berbalut perih mengetahui aku bersenang-senang dengan lelaki dan itu bukan kamu.  Memoriku berputar lagi, kembali ke masa itu, bulan terakhir setahun lalu. Masih ingatkah kau, pernah ada kita di sana, menghabiskan senja hingga nyaris malam dengan balutan seragam kita. Keheningan malam yang menjadi saksi ketika kamu mengaitkan jemarimu dijemariku.

Selamat ulang tahun, kamu.

Gambar
Hari ini saat bahagia untukmu Bertambah 1 tahun usiamu Kunyanyikan sebuah lagu Agar istimewa harimu Happy birthday to you Happy birthday to you Happy birthday to you Selamat ulang tahun - ten 2 five Selamat ulang tahun, kamu. Saat aku menulis ini, aku nggak tau suatu saat nanti kamu akan membacanya atau tidak. Setengah dari aku berharap kamu membacanya, setengahnya lagi berharap kamu nggak akan pernah menemukan tulisan ini. Bohong kalau aku bilang aku tidak ingat betapa istimewanya hari ini bagimu. Aku tau, aku tak mungkin tiba-tiba muncul didepan pintu rumahmu membawa nampan berisi blackforest  lengkap dengan lilin berbentuk angka 18 dan sekotak kado. Selamat ulang tahun, kamu. Apa yang telah kamu panjatkan pada Tuhan ketika umurmu bertambah satu tahun, sayang? Kalau aku, aku hanya ingin Tuhan senantiasa menjagamu didalam setaip pelukNya. Semoga kamu selalu baik-baik saja. Tetap jadi yang istimewa dibalik sosokmu yang sederhana dan yang aku kagumi diam-diam. Selalu...

perpisahan. kata yg takan pernah mau setiap orang memulainya

Seandainya aku dapat mengungkapkan semua perasaan ini. Seandainya aku dapat menceritakan semua mimpi buruk yang terus mengganguku. Seandainya aku dapat berbagi kepadamu setiap ketakutan yang terus membayangiku. Aku kira semuanya baik-baik saja. Aku sadar tak semua angan sesuai dengan harapan. Tak selamanya sesuai dengan genggaman. Aku takut ketika aku tidak menemukan lagi kata "Selamat pagi" yang sama seperti nada dan cara mengungkapkannya seperti kamu. Bukankah kita tak pernah ingin saling menyakiti? Bukankah kita tak ingin saling berhenti tersenyum? Bukankah kita tak ingin saling melepaskan setiap genggaman? Bukankah kita tak ingin saling menemukan titik akhir yang bernama "perpisahan"? Aku hanya takut mendengar kata "selamat tinggal" Tidak ada yang merasa bahagia bila seseorang mengucapkan kalimat tersebut Kenapa harus ada kata "selamat" dalam kalimat "selamat tinggal"? Bukankah yang namanya meninggalkan dan dit...

HITAM

Gambar
Hatiku terasa kosong, dan aku tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi? Kapan kegelapan jiwa ini berakhir? Kapan kegelisahan ini berhenti menyerangku? Kapan ketakutan ini akan pergi? Hitam... Pekat... Gelap... Seharusnya aku tidak perlu setakut ini, pada akhirnya bukankah kita akan berteman dengan kegelapan?

Tujuan Bersama

“Jadi kita liburan pergi kemana nih?” kata Fajar. “Kita ke Lembang aja, bosen di Jakarta mulu. Panas. Macet” kata Sam . “Kita ke Dufan aja lumayan bisa teriak-teriakan” sahut Jeaneth. “Gimana kalo kita tour travel Jogja-Bali?” giliran Santi yang nimbrung. Mereka pun berdebat tentang kemana mereka ingin liburan, waktu pun terus berlalu tapi mereka tidak bisa menentukan pilihan. Hal yang seharusnya direncanakan dengan sukacita malah direncanakan dengan emosi dan ego masing-masing. “Kalo tour travel pasti mahal budgetnya deh” ucap Sam. “Yaelah...kayak ke Lembang engga mahal aja budgetnya.” sindir Jeaneth. “Kalo Dufan juga kita udah pernah sampe bosen kali.” kata Santi. Mereka terus berdebat sampai akhirnya Fajar yang daritadi diam minta pendapat menjadi panas karena perdebatan mereka semua. “Sudah...sudah. Bagaimana kalau liburan kali ini kita ke Lembang aja?” ucap Fajar. “Terus Jogja-Bali nya kapan? Gak bosen Lembang terus?” sanggah Santi. “Next time aja ya. Kita ngumpulin uang dulu d...

so much harder to move on.

Gambar
Hai kamu yang disana...Apa kabarmu? Apa kau masih mengingatku? Iya, aku. Aku yang dulu pernah menyukaimu sewaktu kita masih ditaman kanak-kanak. Entah mengapa aku kembali mengingatmu , mengingat seseorang dimasa kecilku, seseorang yang menjadi bagian yang terpentingku di masa lalu. Kamu ingat sewaktu kita duduk disekolah dasar dahulu? Ketika kamu memiliki "fans" ? Kamu ingat bagaimana reaksiku dulu? Ketika aku merasa amat cemburu , dan kamu lebih memilihku dan menjauhi "fans" mu itu. Saat itu teman-teman kita terus menjodoh-jodohkan kita . Aku menyukaimu , tapi kamu apa merasakan perasaan yang sama? Ah lupakan...kita masih terlalu kecil untuh merasakan itu, masih belum pantas, atau apalah itu. Waktu terus bergulir , kita sudah memakai seragam putih-biru , bukan lagi putih-merah. Kemana kamu saat itu? Tak terbersit dibenakmu untuk menghubungiku? Aku terus mencari tahu kabarmu , sedangkan kamu? Bahagia dengan  pasanganmu , perempuan berkerudung yang kau panggil ...