Postingan

2022

Sudah bulan ketiga ditahun ini, dan aku kembali menulis, setelah sekian lama menjadi draft di blog ini Ya, kembali setelah merapihkan hidupku dan mengumpulkan beberapa puing puing kekuatan Aku selalu melarikan diri sejak tahun itu Aku takut... Aku takut hal-hal gila seperti itu terjadi kembali Hari dimana tubuhku terkikis habis dalam kurun waktu 2 minggu Hari dimana tubuhku tidak banyak merespon makanan yang aku suka Hari dimana disetiap malam dan pagi menjelang badanku mulai bergetar hebat Halusinasi dan mimpi burukku kian menguat Sulit membedakan mana mimpi, dimana kenyataan Memulai hari dengan tertatih tatih dan berusaha tersenyum Dengan mata sayu dan kepala berat Dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantam Hari itu aku kehilangan arah, semua dimulai dari sana Hari dimana aku menghabiskan hari-hariku dengan melanglang buana Kehilangan sebuah ambisi dan rencana-rencana yang selalu ku susun dengan rapi Hari dimana pertama kali aku memutuskan untuk tidak bekerja Aku memilih u...

Tak apa

  Aku ingin memelukmu... Memeluk dirimu yang mulai lelah Dan berharap lelahmu pergi menghilang Aku ingin memelukmu... Memeluk semua masa lalumu Supaya tidak ada sakit hati dan dendam dihatimu Aku ingin memelukmu... Berharap kuatmu kau letakkan dulu perlahan Aku merasakan semua bebanmu tidaklah mudah Aku merasakan setiap kata dan perilakumu ada semua makna Kau yang ingin aku genggam dan peluk Canda tawamu terbentuk dari luka-luka yang kau kubur didasar paling dalam Yang kau peluk erat supaya tidak ada yang dapat melihatnya Tak apa, aku tetap sabar Tak apa, aku tetap menunggu Tak apa, bila aku lupa diri Tak semudah itu bagiku untuk meninggalkanmu

Kabar

 Kabar... Satu kabar berjuta makna Kabar... Mengajar kita untuk sadar Mana yang menjadi sebuah prioritas Kabar... Mengajar kita untuk sabar Hati-hati dengan orang sabar Dia tidak pernah menuntutmu banyak hal Tapi kepergiannya akan terasa lebih sakit, daripada yang kamu bayangkan

Manusia biasa

Sebagian orang terbiasa menahan tangisan Dipaksa tegar oleh keadaan Sedikitpun tidak boleh lengah dan lemah Padahal...hatinya sudah hancur berantakan Tidak ada lagi dinding dinding pertahanan Tidak lagi mempunyai kekuatan untuk sekedar bertahan Orang-orang tidak bisa melihat wajahnya yang babak belur Babak belur oleh air mata yang sudah tidak terbendung Melapisi setiap kesedihan, emosi, dan amarah dalam kalimat-kalimat baik nan manis Jauh dari sebuah umpatan dan makian Selalu diam saat semua amarahmu meledak Bukan berarti cukup kuat untuk menjadi tameng Dan menahan setiap peluru amarahmu yang selalu kau lepaskan kepadaku Yang terlihat tangguh belum tentu tidak pernah rapuh Yang terlihat kuat belum tentu punya banyak tenaga Tidak perlu mengerti semua, cukup pahami Cukup menjadi manusia biasa

Sudah berusaha

Malam ini... Kamar ini cukup sepi, namun isi kepala masih cukup ramai Sudah berusaha meredam amarah tapi disalah artikan Sudah berusaha menjaga, bukan mengekang Sudah melakukan yang terbaik dan nyatanya masih belum cukup baik Ternyata tidak cukup satu dan apa adanya Jangan sampai yang kamu genggam erat dan pertahankan itu egomu Teruslah berprasangka baik, meski apapun yang kamu terima tidak cukup baik Apapun yang terjadi harus tetap dinikmati, bukan? Bagaimana seseorang bisa berposes tanpa pernah sekalipun ditempa?

Pahit

Perlu sepahit apa lagi? Meraba intuisi dan mimpi yang abu-abu Mengetahui segalanya sendiri Megungkapkanya semua dengan mata kepala sendiri Memikirkan setiap kemungkinan yang mungkin terjadi Sampai kapan? Sampai hati ini tidak sanggup lagi merasa Dan segala keraguan tetaplah menjadi keraguan Dan segala rasa menguap bersama asa

Kelak nanti

 Apa yang ada di dalam kepalaku terkadang rumit Terlalu rumit untuk diungkapkan dan di sepelekan Aku tidak peduli dengan amarahku yang terkadang mengendalikanku Amarahku yang ingin melawanmu kembali, namun ku tangis Karena aku sadar hidup ini terlalu singkat untuk menanam kebencian Karena aku sadar hidup ini akan lebih mudah jika memaafkan Kelak nanti jika sabarku tak bisa lagi menahanmu, aku rela melepasmu Melepaskanmu mencari kebahagiaan yang tidak kamu temukan di diriku Melepaskanmu mencari kehangatan yang tidak kamu temukan di diriku