Lukaku
Yang aku tau aku kuat
Yang aku tau aku sanggup menghapus lelahku
Yang aku tau aku sanggup menutup lukaku
Aku terlalu memperhitungkan amarah, sehingga aku lebih memilih diam
Memilih untuk menghemat semua tenagaku
Tapi ternyata aku salah...
Tembok pertahananku hancur
Lelahku tak kunjung sirna
Lukaku terkulum dalam sebuah senyum
Namun sejenak kemudian lukaku menyublim, perihku menusuk
Mataku mengabur
Ku biarkan kamu menyentuh dinding pedih lukaku
Lukaku kian menyayat tiada henti
Sebuah pelukan, menghangatkan
Membuat mataku semakin mengabur
Kubiarkan pelukan itu menekan lukaku
Lukaku perlahan melegakan
Tapi lukaku akan berair lagi
25 Oktober 2017
Yang aku tau aku sanggup menghapus lelahku
Yang aku tau aku sanggup menutup lukaku
Aku terlalu memperhitungkan amarah, sehingga aku lebih memilih diam
Memilih untuk menghemat semua tenagaku
Tapi ternyata aku salah...
Tembok pertahananku hancur
Lelahku tak kunjung sirna
Lukaku terkulum dalam sebuah senyum
Namun sejenak kemudian lukaku menyublim, perihku menusuk
Mataku mengabur
Ku biarkan kamu menyentuh dinding pedih lukaku
Lukaku kian menyayat tiada henti
Sebuah pelukan, menghangatkan
Membuat mataku semakin mengabur
Kubiarkan pelukan itu menekan lukaku
Lukaku perlahan melegakan
Tapi lukaku akan berair lagi
25 Oktober 2017
Komentar
Posting Komentar