Postingan

aku terus menunggumu

hujan telah turun sejak kereta berangkat dari stasiun aku mendesah pelan dan kembali menatap ke arah daun yang basah berlinangan rintik air dimana kamu? aku terus menunggumu di tempat ini diluar masih hujan , matahari rupanya enggan menampakan sinarnya dimana kamu? harus berapa lama lagi aku menunggumu ditempat ini? udara dingin mulai menyergapku mataku mulai berkaca-kaca menunggumu dimana kamu? aku terus menuggumu ditempat ini menunggumu sampai datang menjemputku hari kian gelap dan aku mulai gelisah tak tampak sedikitpun batang hidungmu aku terus menunggumu... ditemani cahaya lampu yang kian meredup aku terus menunggumu... ditemani puluhan orang yang berlalu lalang di stasiun ini aku terus menunggumu... ditemani gemrecik air hujan yang turun aku terus menunggumu.... ditemani laju kereta yang kian menderu aku terus menunggumu.... ditemani pepohonan yang berdiri kokoh dihadapan stasiun ini aku terus menunggumu.... sampai kamu datang menjemputku

Rintik air hujan

Gambar
Rintik air diluar pelengkap kesendirian Aroma tanah basah penghibur kesepian Di depanku air berjatuhan Dibenakku kenangan terbingkai dalam bayangan Aku tertawan hujan Aku tertawan kedinginan Aku tertawan kegelisahan Dalam diam... Dalam kesepian... Dedaunan basah dan bergoyang tertiup angin Dan hujanpun tak kunjung berhenti

Salahku

aku lelah...aku kesepian.. kemana lagi harus ku tumpahkan , jika semuanya sulit ku percaya? bukan aku tak ingin berbagi , tapi aku hanya ingin menutup rapat semua sakitku menyimpan setiap lukaku dipalung hati yang terdalam bolehkah aku bersandar dengan apa yang ada? bolehkah aku menyandarkan kegundahan dibahumu? ah...aku terlalu takut mengungkapkan isi hatiku apa salahku yang tidak pernah ada jika kau butuhkan? salahkukah jika kamu berkali-kali jatuh terpuruk? jika memang semuanya terlihat berat dan susah mengapa kamu tidak ‘pergi’saja? bukankah dengan cara kamu meninggalkan ku semua akan kembali menjadi baik baik saja? walaupun nanti aku akan merasa perih saat kau tinggalkan tapi setidaknya semuanya akan baik baik saja untuk dirimu jika kamu tak menemukan kebahagiaanmu dari diriku , pergilah mungkin ini salahku yang tak pernah mampu menciptakan bahagia untukmu

Di atas bianglala

Gambar
Senja telah menutup hari itu dengan sempurna matahari menenggelamkan oranye tanpa seorangpun menyadari. kita masih terjebak di kerumunan manusia-manusia yang terlalu banyak namun terlihat seperti sedang mendalami dunia mereka sendiri-sendiri. Kita ada disana . Di depan satu lingkaran besar yang penuh kotak-kotak kecil berisikan manusia . Yang tertawa , sedikit jerit , sampai decak kagum luar biasa . Satu lingkaran besar yang berhiaskan lampu warna-warni , yang berputar sedemikian pelan . Kamu menggenggam tanganku dengan erat ketika bianglala mulai berputar sedemikian pelannya. "Aku takut ketinggian" ucapmu . Aku tertawa mendengar ucapanmu. Semakin tinggi kotak-kotak itu berputar , semakin erat genggamanmu . Keringat dingin mulai mengalir dari dahi mu . Tiba-tiba kau melepaskan genggamanmu . Melepaskanku . "Aku benar-benar takut ketinggian" katamu tiba-tiba. "Kalau begitu , jangan penah kamu meninggikanku kemudian menjatuhkanku ." uca...

Hujan dimalam itu

Gambar
Bau tanah yang terkena hujan menggoda indra penciumanku Ku hirup perlahan aroma tanah basah yang begitu menenangkan hatiku Perlahan otakku memutar memory tentang kita sewaktu hujan turun Seolah hujan menjadi titik temu antara kamu dan aku saat itu Hujan pula yang menahan kita untuk duduk lebih lama di perempatan toko itu Ah... Aku merindukan saat-saat berdua denganmu Rinduku seketika menyelinap di sela-sela hujan yang membasahi bumi Saat-saat berdua denganmu begitu sederhana untukku Layaknya hati ini , mencintai dengan cara yang sederhana Seperti hujan yang membasahi bumi "kamu lebih suka kita seperti ini?" Suara diujung telepon itu begitu sarat kepedihan Entah mengapa hatiku pilu dan kedua mataku terasa pedih Suara di ujung telepon itu mampu menyesakkan dada Tak terasa kedua mataku berkaca-kaca Telingaku sudah tidak mampu mendengar ucapanmu Suara ku hilang entah kemana , aku tak sanggup bicara lagi Kuputuskan mengakhiri percakapan itu Perlahan kristal ...

aku , kamu , dia

Gambar
Kuhabiskan hariku membunuh waktu bersamau Cukup tujuh kali dua puluh empat jam bersamamu , untuk mengenal sejauh apa aku mulai mengeti tentang kamu Untuk pertama kali aku sadar betapa menggodanya indera bicaramu Berbicara tentang masa lalumu , keluargamu , dan DIA orang yang kamu cintai Sadarkah kamu saat itu? Sungguh aku tidak mendengar ocehanmu Ingin sedikit ku menyicip harum indah kecupan pertamaku denganmu Apakah kamu tahu? Aku merasa tenang bersamamu ketika ku ucapkan keluh kesahku Aku merasa nyaman bersamamu ketika kau dan aku berjalan beriringan Semua terasa indah ketika bersamamu , tak ada semburat luka yang dulu menyelimutiku Tak pernah terbayangkan setitik luka akan tercipta sedikitpun diantara kita Sadarkah kamu? Ada aku yang menyayangimu tulus tanpa berharap lebih darimu Bisakah hatimu menoleh kepadaku? Andai saja kamu bisa merasakan luka ini Tahukah jika ku akan tetap bertahan untukmu Aku akan bersabar untukmu dan aku berharap sabarku akan meluluh...

aku , kamu , dan sungai yang bebeda

Dulu kita pernah berjalan disungai yang sama Beriak tenang dan tak menentu Menikmati setiap aliran yang kita lalui bersama disungai yang sama Tapi itu dulu.. .tidak untuk saat ini Kini kamu pergi dariku Meninggalkan ku sendiri tuk melalui sungai ini sendiri Kau biarkan aku menikmati aliran sungai ini sendiri Entah menagapa alirannya tak senikmat sewaktu bersama kamu dulu Kini kita tidak berjalan disungai yang sama Kau mengaliri sungai bersama dia sementara aku?mengaliri sungai yang berbeda denganmu seorang diri Apa kau benar-benar mencintainya seperti kamu mencintaiku dulu? Aku menyesal membuat lelaki sepertimu tersiksa olehku Tetapi aku jauh lebih menyesal membiarkanmu memilih yang lain Entah mengapa aku tak pernah bisa berhenti mencintai mu Meski kini kau telah bersama dengan dia Tuhan , aku sangat merindukannya Aku ingin merasakan betapa bahagianya menjadi alasan senyumannya Aku harap dia yang terbaik untuk lelaki sebaik dirimu Jangan ka...