Postingan

Mengakhiri 20

Mengakhiri usia 20-an, aku menyimpan banyak cerita yang tak selalu sempat kuceritakan. Ada air mata yang jatuh diam-diam, di balik senyum yang kupaksakan. Ada hari-hari ketika aku harus kuat, meski hatiku ingin berhenti sebentar. Banyak gejolak, banyak tekanan, banyak pertanyaan tentang arah hidup yang tak selalu punya jawaban. Aku belajar bertahan, bukan karena selalu mampu, tapi karena tak ada pilihan selain melangkah. Usia 20-an mengajariku satu hal: bahwa menjadi dewasa sering kali berarti menangis dalam sunyi lalu bangkit seolah tak terjadi apa-apa. Di umur 30 ini, aku tak meminta hidup yang mudah, hanya hati yang tetap lembut, iman yang terus bertumbuh, dan keberanian untuk mendengar pada panggilan-Mu. Semoga di umur 30 ini aku tetap menjadi diriku sendiri, tak hilang oleh tuntutan, tak pudar oleh ekspektasi. Semoga aku masih berani tertawa dengan caraku, menikmati hal-hal kecil yang dulu dan kini tetap kusuka. Melakukan apa yang membuatku hidup, b...

Perjalanan setiap kota

Denganmu, setiap perjalanan terasa singkat. Angin malam memeluk wajahku, lampu kota berpendar bagai bintang, Aku suka lampu-lampu malam di setiap sudut kota,  dan aku duduk manis di belakangmu, menyandarkan letih pada bahumu yang selalu terasa kokoh. Aku ingat, banyak tempat yang kau tunjukkan, banyak rasa yang kau kenalkan, hingga aku merasa dunia lebih luas ketika bersamamu. Sejak itu, aku terbiasa bergantung padamu bukan hanya pada arah jalan yang kau pilih, pada rasa aman yang kau beri, pada hangat sederhana yang diam-diam menjelma di ruang hati. Kini semua tinggal kenangan, tak bisa kuulang, namun tetap hidup dalam ingatan, Kelak nanti, mungkin kita akan tersenyum saat mengingat semua perjalanan itu. Bukan lagi dengan rasa perih kehilangan, tapi dengan syukur karena pernah ada waktu di mana dunia terasa indah,sederhana, dan cukup hanya dengan berdua.

Biar aku hangus sendiri

Tenang saja, aku cuma marah.  Aku marah bukan berarti aku benci, tapi karena aku berharap kamu mengerti Aku terbakar,  Tapi kau tidak memadamkannya,  Kau tak meredam dan kau menghindar,  Lalu kau sebut itu "menjaga kedamaian"  Aku marah, kau diam Bukan damai yang datang,  Tapi jarak yang akan tumbuh pelan-pelan Aku terbakar, kau mengabaikanku Bukan karena tak tahu, Tapi karena tak peduli perasaanku Asapku mengepul,  Kau malah menutup jendela,  Takut terganggu bukan takut kehilangan Kini aku tahu, Aku tak perlu menjelaskan marah,  pada seseorang yang bahkan tak peduli saat aku terluka Aku tak perlu menjelaskan marah, karena yang peduli tak butuh penjelasan dan yang tak peduli akan tetap mengabaikan, sejelas apapun aku bicara  Kini aku tahu,  Lukaku hanyalah bumbu drama yang bisa kau skip Diam mu adalah alasan,  Untuk lari dari tanggung jawab emosional  Jadi,  Jangan tanya kenapa aku dingin,  Dulu aku berapi, tapi ...

Pernah

Kita menyalahartikan kedekatan kita Kamu yang diliputi rasa bersalah, dan aku yang bertingkah salah Ketakutan-ketakutan yang menyelimuti setiap malam datang dan menusuk tulang Jika aku berkata bahwa aku tidak sanggup melangkah lebih jauh lagi, akankah kamu percaya?  Bagimu aku merupakan perempuan yang periang, bukan?  Yang terlalu sering menertawai hidup dan terlalu baik kepada dunia Padahal banyak reruntuhan yang ada pada diriku Si manusia kacau balau Yang apik dan rapih menyembunyikan gemuruh dan badai dalam hatinya Ironi, bukan?  Aku tak pernah menuntut agar segalanya menjadi seperti yang aku mau Kelak nanti kita mungkin hanya sebatas pernah Pernah saling menemukan Pernah saling merasa nyaman Pernah saling merasa bahagia Hingga pernah saling merasa kehilangan Aku ingin ikhlas menerima, semesta bagaimana?  Kita hanya dua orang yang sedang singgah karena tesesat Layaknya pertemuan, Tuhan selalu bertanggung jawab terhadap perpisahan

Remedi

Mengulang bagi ku tidaklah mudah Ketika hatiku pernah dibuat sebegitu hancur dan patah Percayaku kian terkikis Trauma masa lalu terlalu kuat dalam memori Cukup pernah ada dibelakang Biarlah berlalu bersama hari lalu Maaf, bukan bermaksud bersikap munafik Mengulang bagiku tidaklah mudah Mengulang kesalahan memenuhi ekspektasi Memperpanjang waktu yang tak berdasar Mengikat, mundurkan, dan berpisah

Menyelamatkan rasa senang

Kau ingin menyenangkannya, tapi ia tak pernah memintamu Kau menjaga hatinya, apakah ia melakukan nya juga? Kau menjaga tutur katamu, apakah tutur katanya sering menyakitimu? Apakah hari-harimu lebih berwarna sekarang? Apakah hari-harinya lebih berwarna sekarang? Waktumu untuknya, apakah waktunya untukmu? Pada akhirnya m ereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa karena ingin menyelamatkan rasa senang itu Supaya yang berbekas cuma rasa senang

Memeluk luka

Kau punya luka, lukamu dapat ku selami Lukamu dapat ku gali Ku punya luka, lukaku tidak dapat kau selami Lukaku tidak dapat digali Lukaku jauh ku simpan dipalung hati terdalam Lukaku bisa mencuat kapanpun dia mau Namun... Hari ini lukaku kembali basah Aku memeluk diriku sendiri Berusaha menutupnya perlahan dan membiarkannya mengering walau enggan Lukaku akan tetap seperti itu

2022

Sudah bulan ketiga ditahun ini, dan aku kembali menulis, setelah sekian lama menjadi draft di blog ini Ya, kembali setelah merapihkan hidupku dan mengumpulkan beberapa puing puing kekuatan Aku selalu melarikan diri sejak tahun itu Aku takut... Aku takut hal-hal gila seperti itu terjadi kembali Hari dimana tubuhku terkikis habis dalam kurun waktu 2 minggu Hari dimana tubuhku tidak banyak merespon makanan yang aku suka Hari dimana disetiap malam dan pagi menjelang badanku mulai bergetar hebat Halusinasi dan mimpi burukku kian menguat Sulit membedakan mana mimpi, dimana kenyataan Memulai hari dengan tertatih tatih dan berusaha tersenyum Dengan mata sayu dan kepala berat Dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantam Hari itu aku kehilangan arah, semua dimulai dari sana Hari dimana aku menghabiskan hari-hariku dengan melanglang buana Kehilangan sebuah ambisi dan rencana-rencana yang selalu ku susun dengan rapi Hari dimana pertama kali aku memutuskan untuk tidak bekerja Aku memilih u...

Tak apa

  Aku ingin memelukmu... Memeluk dirimu yang mulai lelah Dan berharap lelahmu pergi menghilang Aku ingin memelukmu... Memeluk semua masa lalumu Supaya tidak ada sakit hati dan dendam dihatimu Aku ingin memelukmu... Berharap kuatmu kau letakkan dulu perlahan Aku merasakan semua bebanmu tidaklah mudah Aku merasakan setiap kata dan perilakumu ada semua makna Kau yang ingin aku genggam dan peluk Canda tawamu terbentuk dari luka-luka yang kau kubur didasar paling dalam Yang kau peluk erat supaya tidak ada yang dapat melihatnya Tak apa, aku tetap sabar Tak apa, aku tetap menunggu Tak apa, bila aku lupa diri Tak semudah itu bagiku untuk meninggalkanmu

Kabar

 Kabar... Satu kabar berjuta makna Kabar... Mengajar kita untuk sadar Mana yang menjadi sebuah prioritas Kabar... Mengajar kita untuk sabar Hati-hati dengan orang sabar Dia tidak pernah menuntutmu banyak hal Tapi kepergiannya akan terasa lebih sakit, daripada yang kamu bayangkan

Manusia biasa

Sebagian orang terbiasa menahan tangisan Dipaksa tegar oleh keadaan Sedikitpun tidak boleh lengah dan lemah Padahal...hatinya sudah hancur berantakan Tidak ada lagi dinding dinding pertahanan Tidak lagi mempunyai kekuatan untuk sekedar bertahan Orang-orang tidak bisa melihat wajahnya yang babak belur Babak belur oleh air mata yang sudah tidak terbendung Melapisi setiap kesedihan, emosi, dan amarah dalam kalimat-kalimat baik nan manis Jauh dari sebuah umpatan dan makian Selalu diam saat semua amarahmu meledak Bukan berarti cukup kuat untuk menjadi tameng Dan menahan setiap peluru amarahmu yang selalu kau lepaskan kepadaku Yang terlihat tangguh belum tentu tidak pernah rapuh Yang terlihat kuat belum tentu punya banyak tenaga Tidak perlu mengerti semua, cukup pahami Cukup menjadi manusia biasa

Sudah berusaha

Malam ini... Kamar ini cukup sepi, namun isi kepala masih cukup ramai Sudah berusaha meredam amarah tapi disalah artikan Sudah berusaha menjaga, bukan mengekang Sudah melakukan yang terbaik dan nyatanya masih belum cukup baik Ternyata tidak cukup satu dan apa adanya Jangan sampai yang kamu genggam erat dan pertahankan itu egomu Teruslah berprasangka baik, meski apapun yang kamu terima tidak cukup baik Apapun yang terjadi harus tetap dinikmati, bukan? Bagaimana seseorang bisa berposes tanpa pernah sekalipun ditempa?

Pahit

Perlu sepahit apa lagi? Meraba intuisi dan mimpi yang abu-abu Mengetahui segalanya sendiri Megungkapkanya semua dengan mata kepala sendiri Memikirkan setiap kemungkinan yang mungkin terjadi Sampai kapan? Sampai hati ini tidak sanggup lagi merasa Dan segala keraguan tetaplah menjadi keraguan Dan segala rasa menguap bersama asa

Kelak nanti

 Apa yang ada di dalam kepalaku terkadang rumit Terlalu rumit untuk diungkapkan dan di sepelekan Aku tidak peduli dengan amarahku yang terkadang mengendalikanku Amarahku yang ingin melawanmu kembali, namun ku tangis Karena aku sadar hidup ini terlalu singkat untuk menanam kebencian Karena aku sadar hidup ini akan lebih mudah jika memaafkan Kelak nanti jika sabarku tak bisa lagi menahanmu, aku rela melepasmu Melepaskanmu mencari kebahagiaan yang tidak kamu temukan di diriku Melepaskanmu mencari kehangatan yang tidak kamu temukan di diriku

18 Juli 2020

 Sampai kapan intuisi terus bermain? Sampai kapan ia terus-terusan selangkah di depan? Sampai kapan ia terus-terusan menyangkal? Apakah tidak melelahkan baginya? Bagaimana ia sedih dan bahagia pada satu waktu bersamaan? Bagaimana bisa ia terus tertawa namun hati teriris? Apa yang salah dengan ekspektasinya sendiri? Ia sangat sibuk menerka-nerka setiap labirin kehidupan yang sedang di jalani nya Tanpa ia sadari, ia membuat malamnya semakin panjang dan pekat Barangkali ia sedang lelah dan tak seorang pun bertanya kenapa

Baskara

Teruntuk kamu yang pernah pergi dan selalu kembali lagi, Baskara. Aku ingin bercerita tentang Baskara Yang menemaniku dan menyambutku setiap hari. Baskara, yang selalu memeluk dan menghangatkan ku. Mungkin aku lupa, aku bukanlah Aphrodite Aku bukan pula Fortuna Aku hanyalah manusia biasa yang keras kepala Baskara... Pada akhirnya realita akan menghancurkan ekspetasi Imaji yang perlahan namun pasti membuat terkikis Menyayat nadi dengan buas dan meninggalkan sebuah goresan Baskara... Aku takut terangmu kian meredup Aku takut... Baskara, aku ingin mengecupmu Namun kali ini tidak bisa ku lakukan Rona yang gemar ku kecup kini membakarku Semisal aku kayu bakar, aku telah hangus terbakar hingga menjadi arang Hentikanlah, Baskara. Aku rindu kehangatanmu Aku sangat rindu

It’s exhausting being me

Sometimes, i'm tired of being nice. Tired of feeling like i still have to keep parts of my life hidden to make other people happy. Why are there so many things i can't do? Why can't i do what everyone expects me to? I'd rather hide my feelings and make everyone else around me happy. It's so funny how i fucking do everything to make everyone else happy, but never make myself happy. This is all so exhausting.

Find me in thousand words

Waktu kita didominasi untuk berjalan sendiri Pandemi ini yang memaksa kita untuk tidak saling berdekatan Aku yang selalu memaksamu bersabar dan meski kadang aku juga yang susah payah menghindar Aku yang harus seolah-olah tidak merindukanmu Aku tidak pernah pernah memaksa siapapun untuk tetap tinggal Aku dengan keras kepalaku dan segala diamku Diamku yang pelan-pelan kerap membunuh rasamu Padahal rindu adalah rasa yang aku telan dalam diam Kita memang berjarak, namun tak kau temukan jarak paling jauh melebihi daripada diamku Selama ini aku terus mencoba memahami dimana letak egoku itu dan semua perihal kamu Bertahanlah... Dengan apa yang sudah kamu yakini Dan menjaga apa yang sudah kamu sayangi Aku hanya ingin sebatas berbagi dan tak perlu kamu ikut merasakannya My mind is sailing, in the sea of thoughts I could feel my self sinking, slowly, into the abyss of doubt Sometimes i deserve to get hurt by the words that you spilled out Find me in thousand words, my words o...

Percakapan malam itu

Tidak ada yang salah dengan jarak. Tidak ada yang salah dengan pekerjaan. Tidak ada yang salah dengan keadaan. Tidak ada yang salah dengan waktu. Perihal rindu... Lidahku terlalu kelu untuk membalas rindumu itu. Mataku tak mampu menahan setiap tetes airmata yang perlahan turun. Dadaku sesak, entah karena menahan rindu atau menahan tangis. Aku masih setia mendengarkanmu... Setiap rindu yang kau ucapkan dibalik telepon. Ratusan hari yang pernah kita lalui bersama. Semua memang sudah menjadi pilihan.

You're the love of my life

Teruntuk laki-laki yang mencuri hatiku sampai saat ini... Cepat atau lambat kamu akan membaca tulisan ini. First, let me thank God for giving me a guy who can handle my good and worst side :) Terkadang hati terlalu sering berkata "i'm the luckiest girl for having such a loving and all in one guy". Aku membutuhkan seseorang untuk tetap ada disisiku meski sekeras apapun aku, dan kamu ada disana. Disaat mood terburukku atau selelah apapun aku, kamu ada untuk menghibur. Kamu adalah pelangi sehabis hujan, yang selalu aku tunggu. Yang memberikan warna dan kedamaian dibalik senyummu, disaat aku terpuruk. You're my little prince, you treat me like a princess. You have shown me that love won't be ephemeral for those who see it rightly :) You're the love of my life. Let me love you until the end of my time...