Postingan

Dua puluh delapan.

Selamat tanggal dua puluh delapan, manis. Aku berharap lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat. Aku berharap bisa menjadi perempuan terbaik yang bisa menemanimu melewati hari-hari terburuk sekalipun. Aku berharap tetap akan menjadi seseorang yang kau cintai dengan cara-caramu yang sederhana. Aku berharap kita akan selalu seperti ini. Kamu adalah sesuatu yang pernah kusangkal , pun tak kusangka-sangka adanya, namun kini terasa di dalam hati . Semoga pertemuan kita waktu itu, bukan berujung pisah. Semoga tidak ada yang mengingkari atau saling menyakiti.  Kamu tahu bahwa waktu akan selalu berputar, tapi semoga tak satupun rasa akan memudar.Karena kamu tau, aku tak pernah siap dengan segalanya. Dengan ketakutan kalau-kalau kamu menghilang, dan pada akhirnya aku menitipkan kamu dalam doa kepada Dia. Karena apapun yang terjadi, aku terlalu percaya bahwa kita akan selalu baik-baik saja. Karena Tuhan selalu pegang kendali :') Teruntuk kamu, satu nama penghentak ...

Tepat di persimpangan dia ada.

Ada masa dimana aku hanya berpusat pada satu nama. Ada masa dimana jemariku terus menuliskan namamu. Ada masa dimana alasanku tersenyum itu kamu. Ada masa dimana aku berpikir kita itu istimewa. Ada masa dimana aku berpikir akan ada aku disana, dihatimu. Tapi ternyata aku salah, tak akan ada aku disana, dihatimu. Semua hanya anganku saja, aku terlalu terbuai oleh sikapmu yang membuatku istimewa. Ternyata asaku bukan asamu. Ada masa dimana aku mulai menutup hatiku darimu. Ada masa dimana bukan nama mu lagi yang terpusat olehku. Ada masa dimana kamulah yang menjadi alasan kekecewaanku. Ada masa dimana akan ada aku disana, dihati orang yang kucinta, dan itu bukan lagi kamu, seperti yang ku kira. Dan ada masa dimana aku percaya bunyi kalimat diatas seperti sekarang ini. Ada masa dimana "kamu" diganti oleh "dia".

Aku menyukaimu tanpa kau sadari

Hai... Tadi pagi aku memikirkannya didepan cermin dengan menatap kantung mataku yang semakin menebal akibat terlalu banyak begadang. Terlalu banyak percakapan yang kita lakukan hingga pagi menjelang . Terlalu banyak tanya yang kau hadirkan dalam benak ku, Mengapa disetiap lelahmu, masih kau sempatkan untuk mendengar ocehanku? Mengapa selalu ada ucapan "selamat pagi" mu mengisi kotak masukku? Mengapa kamu membuat hatiku berbelok kepadamu bukan kepadanya? Tak ada seorangpun yang tau bahwa kau sempat merebut rasa ini. Tuhan memang Maha pembolak-balik kan hati manusia. Memang sulit jika rasa disandingkan dengan logika. Terlalu banyak canda yang terjadi diantara kita. Sampai-sampai tak jelas mana maya, mana nyata. Mana canda, mana fakta. Sudah terlalu larut membicarakan kita yang bahkan tidak pernah menjadi kita. Mungkin aku mulai menaruh rasa kepadamu. Aku menyukainya tapi aku tidak pernah menuntut agar dia balik menyukai ku. Aku bukan Tuh...

8 Januari 2014

Sebelum peristiwa manis itu terjadi, aku sadar bahwa peristiwa itu akan berlalu. Maka aku merekam semuanya dalam benakku. Mari kita mulai memutar rekaman itu...iya semua rekaman tentang kamu. M alam ini semuanya sibuk mempersiapkan sebuah event, matahari tidak lagi menampakkan cahayanya. Semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Semua orang sibuk mempersiapkan event yang tinggal dua hari itu. Malam ini entah mengapa mataku terus memandangmu lekat. Aku menyukai mata itu, sejak pertemuan pertama kita. Malam ini seolah dewi fortuna sedang berpihak padaku. Malam ini kita keluar bersama...iya bersama. Kamu dan aku diatas motor yang sama, menembus gelapnya malam. Banyak celoteh yang kau lontarkan, sungguh berbeda dengan pertama kali kita bertemu. Malam ini kau begitu semangat menceritakan sebuah penangkapan paus di Pulai Lamalera. Sorot matamu entah mengapa berhasil meluluhkan hatiku. Jarum jam sudah berada diangka sebelas, sebentar lagi jam berhenti diangka dua b...

Right Here Waiting - Richard Marx

Oceans apart, day after day And I slowly go insane I hear your voice on the line But it doesn't stop the pain If I see you next to never But how can we say forever Wherever you go, whatever you do I will be right here waiting for you Whatever it takes or how my heart breaks I will be right here waiting for you I took for granted, all the times That I thought would last somehow I hear the laughter, I taste the tears But I can't get near you now Oh, can't you see it, baby You've got me goin' crazy I wonder how we can survive this romance But in the end if I'm with you I'll take the chance Waiting for you

Hari ini ...

Ini tentang cerita yang biasa saja tapi entah mengapa aku begitu mengingatnya dengan jelas. Tunggu dulu...ada yang istimewa dalam cerita ini yaitu K-A-M-U. Hari ini jam menunjukan pukul 23.54. Hari ini hari ke empat belas dibulan Oktober. Kau dan aku menyusuri jalan setapak, hembusan angin malam ini begitu menusuk tulangku. Di malam ini kau menyinari jalanku dengan sentermu, dimalam yang begitu hening. Kita berjalan dalam kesunyian tanpa ada sepatah kata yang kelua dari bibir kita, mungkin kau merasa canggung. Hari ini masih sama...hari ke empat belas dibulan Oktober. Hari ini matahari seolah malu menampakkan cahayanya, matahari hari ini tertutup awan gelap. Tak lama butiran air hujan mulai jatuh ke tanah, saat ini kita sedang bersiap untuk pulang. Hari ini masih sama...hari ke empat belas dibulan Oktober. Hari ini senja datang menghampiri begitu cepat, tak terasa. Hari ini kau mengajakku berbicara, begitu pelan ku dengar suaramu. Apa kamu merasa malu? Apa ka...

Terima kasih

Terima kasih... Karena sudah menyayangiku. Karena sudah menerimaku apa adanya. Karena kamu sempat mempercayakan hatimu kepadaku. Terima kasih... Untuk setiap waktu yang kamu sediakan untukku. Untuk setiap pundak yang kamu berikan ketika aku merasa lelah. Untuk setiap pelukan yang mampu menenangkan hatiku. Untuk setiap kecupan dikening, dipipi. Untuk hari-hari yang menyenangkan yang telah kita lewati bersama. Untuk setiap khayalan untuk masa depan yang sering kita ciptakan. Untuk setiap canda tawa yang mewarnai hariku. Untuk setiap kemesraan yang kamu ciptakan. Untuk setiap kesabaranmu menghadapiku. Terima kasih... Sudah mengirimiku pesan "selamat pagi" ketika aku terbangun dipagi hari. Sudah mengingatkanku untuk tidak lupa makan. Sudah mengenalkanku pada dunia baru yang belum pernah aku sentuh. Terima kasih sudah berusaha menjadi yang terbaik untukku. Kamu mungkin belum menjadi yang terbaik untukku tapi kamu hanya ada satu. Dan aku hanya mau kamu yang s...